Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Legislator NTT Desak APH Ungkap Kasus Kematian Vian Ruma Sesuai Fakta

Rabu, 10 September 2025
A A
Aksi saling dorong antara warga Pocoleok yang menolak proyek geothermal di sana dengan aparat polisi dan TNI, Rabu, 2 Oktober 2024. Foto tangkapan layar video/istimewa.

Aksi saling dorong antara warga Pocoleok yang menolak proyek geothermal di sana dengan aparat polisi dan TNI, Rabu, 2 Oktober 2024. Foto tangkapan layar video/istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pareira menegaskan kasus kematian aktivis lingkungan dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Rudolfus Oktafianus Ruma alias Vian Ruma, 30 tahun, harus disikapi serius oleh pemerintah. Khususnya aparat penegak hukum (APH). Vian dikenal aktif menyuarakan penolakan terhadap proyek Geotermal di daerahnya.

Sebab kasus tragis tersebut, menurut dia, bukan hanya soal hilangnya nyawa seorang anak bangsa. Melainkan juga menyangkut aspek perlindungan hak asasi manusia serta jaminan kebebasan berekspresi warga negara.

“APH perlu mengungkap kasus ini sebenar-benarnya sesuai fakta,” kata Legislator dari Dapil NTT I dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 September 2025.

Baca juga: Viral Foto Tersangka Pembalakan Liar, Anggota Komisi IV DPR Nilai Menhut Menciderai Kepercayaan Publik

Diberitakan sebelumnya, Vian ditemukan meninggal dengan posisi tergantung di dalam sebuah pondok tengah kebun yang berada di Desa Tonggo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Jumat, 5 September 2025.

Di lokasi kejadian, ditemukan sepeda motor miliknya yang diparkir di luar pondok. Sedangkan telepon genggam tergeletak tak jauh dari posisi korban. Di lokasi itu juga ditemukan bercak darah yang semakin menguatkan keyakinan keluarga, bahwa korban diduga mengalami kekerasan.

Usai ditemukan, korban langsung dimakamkan di kampung halamannya di Desa Ngera, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Sabtu, 6 September 2025.

Baca juga: Kematian Vian Ruma, Anggota DPR Ingatkan Perlindungan Aktivis Lingkungan

Namun, pihak keluarga meminta polisi menyelidiki kematian Vian lantaran dinilai ada kejanggalan dalam kematian aktivis muda NTT tersebut. Seperti, tali yang terlilit di leher korban adalah tali sepatu. Begitupun posisi kaki korban yang menyentuh lantai. Pihak keluarga menilai, dalam kondisi itu, korban tidak mungkin meninggal tanpa ada kekerasan sebelumnya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivis lingkunganKomisi XIII DPR RINusa Tenggara TimurVian Ruma

Editor

Next Post
Gerhana bulan total atau blood moon. Foto R. Sugeng Joko Sarwono/Dok. ITB.

Blood Moon, Fenomena Alam Saat Bulan Purnama dan Dapat Diprediksi Jauh Hari

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media