Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lewat Radio, BMKG Sebarluaskan Peringatan Dini Bencana hingga Daerah 3T

Jumat, 6 Oktober 2023
A A
Ilustrasi radio. Foto Skitterphoto/pixabay.com.

Ilustrasi radio. Foto Skitterphoto/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berupaya memperkuat sistem peringatan dini multibencana. Tidak hanya dengan memperbarui teknologi yang dimiliki, peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga membangun dan menguatkan kerjasama dengan media guna percepatan penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat luas, terutama di Daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan berdasar perundangan yang berlaku, dalam rantai Peringatan Dini secara menyeluruh dari ujung ke ujung (end to end), informasi dan peringatan dini dari BMKG akan berhenti di tingkat provinsi atau kabupaten, yaitu di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Kemudian BPBD bertanggungjawab untuk meneruskan kepada masyarakatnya, terutama yang berada di lokasi terdampak.

“Yang menjadi persoalan, informasi tersebut dapat terputus dan tidak berhasil tersambung untuk diteruskan kepada masyarakat oleh BPBD. Khususnya yang berada di daerah terpencil,” ungkap Dwikorita dalam FGD Lemhanas – RRI di Jakarta, baru-baru ini.

Baca Juga: AIS Forum Dukung Negara Kepulauan Terbitkan Obligasi Biru

Untuk mengatasi masalah tersebut, selain menggencarkan penyebarluasan peringatan dini melalui aplikasi Info BMKG di telepon genggam dan melalui jaringan televisi, BMKG juga menjalin kerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI). Harapannya, siaran RRI dapat menjadi solusi terputusnya informasi tersebut, sehingga informasi peringatan dini BMKG dapat menembus daerah-daerah 3T.

“Kami menggunakan semua kanal untuk mendiseminasikan informasi peringatan dini, tidak cuma terfokus pada satu jenis media. Jadi gap antara yang menerima dan tidak menerima informasi dapat semakin kecil sehingga risiko bencana dapat semakin ditekan,” imbuh Dwikorita.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGdaerah 3Tradiorisiko korban jiwasistem peringatan dini bencana

Editor

Next Post
Presiden Jokowi meninjau pembangunan rumah RISHA untuk warga relokasi terdampak gempa Cianjur, di Desa Sinargalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, 5 Desember 2022. Foto BNPB.

Penanganan Dampak Gempa Cianjur, BNPB Telah Gelontorkan Rp2 Triliun

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media