Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Longsor di Natuna 10 Orang Tewas, Kepri Siaga Dampak Hujan Lebat

Senin, 6 Maret 2023
A A
Longsor di Natuna yang melanda Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan pada Senin, 6 Maret 2023, menewaskan 10 orang. Foto BNPB.

Longsor di Natuna yang melanda Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan pada Senin, 6 Maret 2023, menewaskan 10 orang. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Longsor di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menelan korban jiwa. Sepuluh orang dilaporkan meninggal dunia dampak longsor di Natuna yang dipicu curah hujan intensitas lebat dan kondisi tanah labil yang terjadi di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna pada Senin, 6 Maret 2023.

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kepulauan Riau yang berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dan mengategorikan Kepri siaga dampak hujan lebat yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Kepala Bidang Kedaruratan, Pusdalops PB dan Logistik BPBD Provinsi Kepulauan Riau, Junainah mengungkapkan, data korban longsor di Natuna yang terjadi di Kecamatan Serasan, diperikirakan dapat bertambah. Hal ini disebabkan sambungan komunikasi terputus dan sulitnya menjangkau lokasi bencana di Kecamatan Serasan, akibat faktor cuaca.

Baca Juga: UGM Uji Coba Deteksi Sumber Panas Bumi dengan Teknologi Geoflow Imaging

“Baru perkiraan. Kemungkinan data dapat berubah. Informasi terakhir tadi memang sudah ada sebanyak 10 kantong jenazah yang sudah terisi,” kata Junainah.

Personel bantuan penanggulangan bencana longsor di Kecamatan Serasan, Natuna, sulit menjangkau lokasi bencana yang berada di pulau berbeda.  Menurut Junainah, hal ini disebabkan kondisi cuaca, ditambah jaringan telekomunikasi yang terputus juga menghambat proses pencarian dan pertolongan.

“Cuaca berubah-ubah. Angin masih kencang. Ombak sedang tinggi. Lokasi berada di beda pulau dari pusat Pemerintahan Kabupaten Natuna. BPBD Provinsi tetap standby,” katanya,

Baca Juga: Presiden Jokowi Ultimatum Menteri BUMN dan Pemprov DKI Segera Cari Solusi

Ditambahkannya, upaya evakuasi masih berjalan oleh personel gabungan.

“Sekarang masih evakuasi. Semua unsur mulai dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan relawan masih proses evakuasi. Jaringan terputus sehingga laporan terbaru,” ungkap Junainah.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, lebih dari 60 personel gabungan dari TNI, Polri, SAR, BPBD dan Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna berangkat dengan kapal laut Sasikirana 245.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencana hidrometeorologidampak hujan lebatKabupaten NatunaKecamatan Serasanlongsor di NatunaProvinsi Kepulauan Riautanah longsor

Editor

Next Post
Ilustrasi penggunaan APD lengkap.Foto HelenJank/pixabay.com.

Flu Burung Berpotensi Menular kepada Manusia, Ini Pencegahannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media