Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Longsor di Natuna 10 Orang Tewas, Kepri Siaga Dampak Hujan Lebat

Senin, 6 Maret 2023
A A
Longsor di Natuna yang melanda Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan pada Senin, 6 Maret 2023, menewaskan 10 orang. Foto BNPB.

Longsor di Natuna yang melanda Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan pada Senin, 6 Maret 2023, menewaskan 10 orang. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Longsor di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menelan korban jiwa. Sepuluh orang dilaporkan meninggal dunia dampak longsor di Natuna yang dipicu curah hujan intensitas lebat dan kondisi tanah labil yang terjadi di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna pada Senin, 6 Maret 2023.

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kepulauan Riau yang berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dan mengategorikan Kepri siaga dampak hujan lebat yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Kepala Bidang Kedaruratan, Pusdalops PB dan Logistik BPBD Provinsi Kepulauan Riau, Junainah mengungkapkan, data korban longsor di Natuna yang terjadi di Kecamatan Serasan, diperikirakan dapat bertambah. Hal ini disebabkan sambungan komunikasi terputus dan sulitnya menjangkau lokasi bencana di Kecamatan Serasan, akibat faktor cuaca.

Baca Juga: UGM Uji Coba Deteksi Sumber Panas Bumi dengan Teknologi Geoflow Imaging

“Baru perkiraan. Kemungkinan data dapat berubah. Informasi terakhir tadi memang sudah ada sebanyak 10 kantong jenazah yang sudah terisi,” kata Junainah.

Personel bantuan penanggulangan bencana longsor di Kecamatan Serasan, Natuna, sulit menjangkau lokasi bencana yang berada di pulau berbeda.  Menurut Junainah, hal ini disebabkan kondisi cuaca, ditambah jaringan telekomunikasi yang terputus juga menghambat proses pencarian dan pertolongan.

“Cuaca berubah-ubah. Angin masih kencang. Ombak sedang tinggi. Lokasi berada di beda pulau dari pusat Pemerintahan Kabupaten Natuna. BPBD Provinsi tetap standby,” katanya,

Baca Juga: Presiden Jokowi Ultimatum Menteri BUMN dan Pemprov DKI Segera Cari Solusi

Ditambahkannya, upaya evakuasi masih berjalan oleh personel gabungan.

“Sekarang masih evakuasi. Semua unsur mulai dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan relawan masih proses evakuasi. Jaringan terputus sehingga laporan terbaru,” ungkap Junainah.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, lebih dari 60 personel gabungan dari TNI, Polri, SAR, BPBD dan Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna berangkat dengan kapal laut Sasikirana 245.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana Hidrometeorologidampak hujan lebatKabupaten NatunaKecamatan Serasanlongsor di NatunaProvinsi Kepulauan RiauTanah Longsor

Editor

Next Post
Ilustrasi penggunaan APD lengkap.Foto HelenJank/pixabay.com.

Flu Burung Berpotensi Menular kepada Manusia, Ini Pencegahannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media