Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Magma Erupsi Gunung Ruang 2024 Alami Dekompresi Setara Erupsi Gunung Vesuvius 79 Masehi

Dengan menggunakan teknik analisis mikroskopik, geokimia, dan pemodelan tekanan, para peneliti menunjukkan bahwa magma Gunung Ruang mengandung kristal besar.

Kamis, 17 April 2025
A A
Dosen Geografi Lingkungan UGM, Indranova Suhendro bersama tim meneliti Gunung Ruang usai erupsi 2024. Foto Dok. Indranova Suhendro.

Dosen Geografi Lingkungan UGM, Indranova Suhendro bersama tim meneliti Gunung Ruang usai erupsi 2024. Foto Dok. Indranova Suhendro.

Share on FacebookShare on Twitter

Uniknya, penelitian ini juga menemukan ciri-ciri bahwa magma berinteraksi dengan air eksternal saat meletus. Ini tampak dari tekstur abu vulkanik yang berbentuk blok dengan permukaan seperti pecahan kaca (hackle marks). Interaksi air-magma ini kemungkinan menambah daya ledak letusan, meski tetap tidak mampu mendorong kolom abu lebih tinggi.

Baca juga: Gempa Dangkal 5,6 Magnitudo Guncang Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara

Gempa memicu erupsi

Peneliti juga mencatat bahwa letusan terjadi hanya tujuh hari setelah gempa berkekuatan 6,5 M melanda kawasan Laut Maluku. Lonjakan aktivitas seismik sebelum erupsi menunjukkan bahwa gempa bisa berperan sebagai pemicu.

Temuan ini membuka perspektif baru dalam memahami perilaku letusan gunung api, khususnya di Indonesia yang memiliki banyak gunung aktif dengan karakteristik magma yang kaya akan kristal. Selama ini, pemantauan aktivitas vulkanik umumnya berfokus pada gempa vulkanik dan emisi gas.

Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya kandungan kristal dalam magma sebelum letusan dapat memengaruhi intensitas dan tinggi kolom erupsi. Bahkan ketika magma mengalami tekanan yang tinggi dan pergerakan yang cepat.

Baca juga: KKP Minta Kapal Perikanan dan Nelayan Dipasang Sistem Pemantauan Kapal

Dalam konteks mitigasi bencana, temuan ini menjadi penting. Jika kandungan kristal dalam magma dapat diukur dan dianalisis secara rutin, maka data tersebut berpotensi menjadi indikator tambahan dalam memprediksi potensi bahaya letusan. Termasuk seberapa tinggi kolom abu bisa terbentuk, seberapa luas penyebaran material erupsi, dan seberapa besar dampaknya terhadap masyarakat di sekitar gunung api.

“Kami berharap ke depan, analisis kristalinitas magma sebelum erupsi melalui berbagai teknik pemantauan, misal menggunakan alat geofísika, bisa digunakan sebagai alat prediksi tambahan, bukan hanya sekadar memantau gas dan getaran,” harap Indranova.

Penelitian ini menjadi salah satu contoh nyata kontribusi ilmuwan Indonesia dalam mengungkap proses geologi ekstrem yang berdampak langsung pada keselamatan publik. Selain itu, keterlibatan berbagai institusi dari dalam dan luar negeri juga menunjukkan betapa penting kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam riset kebencanaan, terutama di wilayah rawan letusan seperti Indonesia.

Baca juga: Waspada, Gempa Bumi Besar di Manila Dapat Pengaruhi Kestabilan PLTN di Kalimantan

“Saya juga bersyukur memiliki tim yang kompak dan passionate terhadap riset. Mereka semua adalah rekan saya saat masih sekolah dan hingga saat ini masih terus intens berkolaborasi demi kemajuan riset gunung api di Indonesia,” imbuh dia.

Letusan Gunung Ruang setahun silam bukan hanya menyisakan abu, tetapi juga wawasan baru. Dari kristal-kristal kecil di dalam magma dapat dipelajari bahwa bencana alam menyimpan logika tersendiri dan ilmu pengetahuan. Dan itu menjadi kunci untuk memahaminya dan tetap menjadi pertahanan pertama. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Dosen Geografi Lingkungan UGM Indranova Suhendroerupsi sub-PlinianGunung RuangJournal of Volcanology and Geothermal Research

Editor

Next Post
Pemerintah menghentikan pemasangan pagar laut diperairan Tangerang, Banten, 9 Januari 2025. Foto Dok. KKP.

Anggota Komisi IV DPR Soroti Deretan Kasus Pagar Laut yang Tak Kunjung Usai

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media