Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mahasiswa KKN UGM Transplantasi Terumbu Karang di Bunaken dengan Batok Kelapa

Luas area terumbu karang di Taman Nasional Bunaken yang rusak 30 persen dari total luasan sekitar 6000 hektare.

Minggu, 11 Agustus 2024
A A
Mahasiswa KKN UGM melakukan transpalantasi terumbu karang di Bunaken dengan metode bio riftek. Foto UGM.

Mahasiswa KKN UGM melakukan transpalantasi terumbu karang di Bunaken dengan metode bio riftek. Foto UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional 10 Agustus, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Faat Rudhianto, bersama tim mahasiswa KKN PPM UGM secara simbolis kembali memasang media transplantasi terumbu karang di dekat perairan dermaga Bunaken. Sementara sejak akhir Juni 2024, ada 550 transplant yang dipasang dalam rangka pemulihan ekosistem yang rusak akibat pembangunan dermaga Ecotourism Bunaken Village selama KKN hingga 19 Agustus 2024 mendatang.

“Kalau di Bunaken, sekitar 30 persen saja terumbu karang yang rusak sehingga butuh transplantasi. Jadi pemulihan ekosistem itu cara terakhir ya. Nah, cara yang lain itu melakukan dengan suksesi alami, seperti menjaga, mengawasi, memonitoring terumbu karang yang ada di situ,” kata Rudhianto pada 10 Agustus 2024.

Ia menyebutkan luas area terumbu karang di Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara sekitar 6000 hektare.

Baca Juga: Warna Medali Olimpiade Paris 2024 Luntur, Apakah Upaya untuk Mengurangi Jejak Karbon?

“Kalau kerusakan hampir semua disebabkan oleh manusia,” imbuh dia.

Salah satu penyebab utama kerusakan adalah kegiatan destructive fishing dengan melakukan pengeboman ikan dan pembiusan ikan dengan potasium.

Metode yang digunakan untuk transplantasi terumbu karang adalah menggunakan metode Spider atau rangka laba-laba. Yakni memasang besi berbentuk kerangka heksagonal dimana setiap batang rangka besi akan diikat karang jenis acropora.

Baca Juga: Kucing di Turki Pernah Dianggap Pahlawan Kesehatan, Ini Alasannya

Lebih jauh ia menjelaskan, transplantasi terumbu karang ini sama dengan menggunakan tanaman di darat yang membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesisnya. Kedalaman maksimal penanaman transplantasi pun sedalam 10 meter.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Balai Taman Nasional Bunakenbatok kelapaKKN PPM UGMmetode bio riftekmetode spidertransplantasi terumbu karang

Editor

Next Post
Indonesia diprediksi alami peningkatan jumlah hari tanpa hujan berturut-turut dalam satu tahun. Foto BRIN.

Indonesia Diperkirakan Alami Peningkatan Jumlah Hari Tanpa Hujan dalam Setahun

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media