“Tagline ini menjadi pengingat bagi penyelenggara Ngayogjazz agar tetap bisa mengadakan festival sekaligus tetap menjaga budaya dan tradisi yang sudah diwariskan,” demikian penjelasannya.
Selain nge-jazz, agenda apa saja yang digelar di sana?
Ngayogjazz juga menjadi ruang ekspresi yang beragam dan luas. Dukungan terhadap komunitas dan musisi muda menjadi salah satu langkah yang dilakukan. Agenda yang selalu ada di setiap acara Ngayogjazz adalah pertukaran ilmu dan pengalaman dalam workshop bersama musisi bertajuk Reriungan. Momen ini menjadi wadah untuk persemaian bibit musisi jazz, sehingga jazz akan selalu lestari dengan musisi-musisi berkualitas.
Baca Juga: 4ksi Bersama Komunitas Mural, Elite Together Elite Stronger
Selain bermusik, kesenian tradisional dan Pasar Jazz adalah bentuk keterlibatan dan partisipasi warga setempat sebagai tuan rumah. Pasar Jazz adalah bentuk dukungan untuk memajukan UMKM desa. Sejumlah stan menampilkan beragam produk kerajinan dan kuliner potensi Cibuk Kidul. Juga berbagai komunitas seni, fotografi, otomotif, edukasi hingga perupa juga turut diberi ruang untuk memeriahkan perhelatan.
Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, Ngayogjazz 2022 tetap gratis alias tak dipungut biaya. Penonton yang datang hanya dipungut retribusi parker Rp10 ribu untuk motor dan Rp20 ribu untuk mobil. Penonton juga diharap mematuhi protokol kesehatan, menjaga sopan santun dan ketertiban, dan tidak membawa benda-benda yang melanggar hukum.
Dan bagi yang malas gerak, bisa juga menyaksikan perhelatan melalui www.ngayogjazz.com [WLC02]
Discussion about this post