Rabu, 9 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengelolaan Taman Nasional Mamberamo Foja Diminta Libatkan Masyarakat Adat

Selasa, 15 Oktober 2024
A A
Deklarasi Penetapan Taman Nasional Mamberamo Foja, 15 Oktober 2024. Foto Dok. KSDAE.

Deklarasi Penetapan Taman Nasional Mamberamo Foja, 15 Oktober 2024. Foto Dok. KSDAE.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Suaka Margasatwa Mamberamo Foja di Papua ditetapkan menjadi Taman Nasional Mamberamo Foja oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar. Namun pengelolaannya sementara waktu akan ditugaskan pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua. Mengingat Unit Pengelola Teknis (UPT) Nasional untuk mengelola Taman Nasional Mamberamo belum dibentuk.

“Strategi pengelolaan dan konservasinya perlu melibatkan masyarakat adat,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Prof. Satyawan Pudyatmoko dalam deklarasi penetapan TN Mamberamo Foja di Kawasan Persemaian Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa, 15 Oktober 2024.

Baca Juga: Ada Kampus Geologi Luk Ulo di Kawasan Cagar Alam Karangsambung

Dalam laporannya, Satyawan menyampaikan bahwa kawasan Mamberamo Foja memiliki Sembilan tipe ekosistem alami dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Tercatat 225 jenis burung, 69 jenis mamalia, termasuk di dalamnya rusa, kangguru, pohon, berbagai jenis kuskus, buaya rawa, dan buaya muara. Juga dijumpai 217 jenis kupu-kupu, 60 jenis herpetofauna, dan 56 jenis serangga air.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ditjen KSDAEkeanekaragaman hayatisuaka margasatwataman nasionalTaman Nasional Mamberamo Foja

Editor

Next Post
Warga memikul rumput untuk pakan ternak yang diperoleh dari kawasan hutan. Foto Wanaloka.com

SK PPTKH Beri Kepastian Hukum Status Lahan Warga 10 Kabupaten di Jawa Barat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media