Jumat, 23 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Padam?

PP 71 Tahun 2014 telah mengatur batas tinggi muka air gambut 40 cm agar kondisi permukaan tetap lembap.

Rabu, 26 Agustus 2026
A A
Pemadaman api di lahan gambut di Kalimantan. Foto Dok. Kemenhut.

Pemadaman api di lahan gambut di Kalimantan. Foto Dok. Kemenhut.

Share on FacebookShare on Twitter

Ketersediaan sarana dan prasarana, kapasitas pasukan pemadam, serta penguasaan pengetahuan dan keterampilan kebakaran turut menentukan efektivitas pengendalian.

Di sisi lain, sistem peringatan dini (early warning) dan deteksi dini (early detection) yang belum optimal membuat potensi kebakaran terlambat diketahui. Bambang menilai penegakan hukum yang tegas juga diperlukan untuk mendorong kepatuhan dan mencegah pembakaran yang berulang.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2014, pemerintah telah menetapkan batas tinggi muka air gambut 40 cm agar kondisi permukaan tetap lembap.

“Pemantauan tinggi muka air agar tetap kurang dari 40 cm, penguatan sistem peringatan dan deteksi dini, serta prioritas pada kegiatan pencegahan harus dilakukan secara konsisten,” tutur dia.

Untuk mencegah kejadian berulang, Bambang menekankan agar seluruh pihak mematuhi regulasi pemanfaatan gambut. Termasuk ketentuan ketebalan gambut yang dapat dimanfaatkan kurang dari tiga meter.

“Pencegahan harus menjadi prioritas utama dengan menjaga gambut tetap basah, memperkuat deteksi dini, dan memastikan seluruh pihak terlibat dalam pengelolaan gambut secara berkelanjutan,” pungkas Bambang. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB UniversityKarhutla Kalimantanlahan gambutPP 71 Tahun 2014Profesor Bambang Hero SaharjoPusat Studi Bencana IPB University

Editor

Next Post
Ilustrasi sinar matahari memerah di tengah karhutla. Foto Istimewa.

Mengapa Matahari Memerah di Tengah Karhutla?

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media