Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Kain Lurik, Tak Sekadar Kain Bergaris

Kain lurik tak setenar kain batik. Meski motif bergaris, tetapi ternyata sarat makna. Apa sajakah itu?

Minggu, 13 November 2022
A A
Desain baju dari kain lurik karya Dosen UNY, Afif Ghurub Bestari. Foto uny.ac.id

Desain baju dari kain lurik karya Dosen UNY, Afif Ghurub Bestari. Foto uny.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Keempat, motif Tumbar Pecah. Tumbar atau ketumbar adalah salah satu rempah-rempah di Indonesia yang berupa biji kecil-kecil seperti merica. Tumbar berbentuk bulat dan memiliki serabut lurus. Apabila dibelah akan berbentuk seperti pertemuan garis lurus yang berbeda arah. Selain itu, jika pecah, tumbar mengeluarkan aroma yang harum. Untuk itulah mereka yang memakai motif ini diharapkan menjadi orang yang berguna dan mampu mengharumkan nama bangsa.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Juragan Kebun Kopi Vorstenlanden Lewat Film

Kelima, motif Telupat. Motif ini memiliki arti “telu” yang berarti tiga, dan “papat” yang berarti empat. Apabila dijumlahkan menjadi pitu atau tujuh. Pitu, diartikan sebagai pitulungan (pertolongan) dari Tuhan, dan pitutur (nasihat) untuk kebaikan. Harapannya, kehidupan pemakai Lurik Telupat selalu diberkati dan sejahtera.

Keenam, motif Tuluh Watu yang diartikan sebagai batu yang bersinar atau kuat. Watu adalah batu dan tuluh berarti bersinar atau kuat. Itulah sebabnya kain ini menjadi simbol kekuatan, baik dalam menghadapi kehidupan, menjalani penghidupan, maupun simbol melawan kejahatan.

Selain nama-nama motif lurik yang sudah ditulis sebelumnya, masih banyak jenis kain lurik lainnya. Motif-motif itu dimungkinkan berkreasi dan berinovasi, sehingga kini muncul variasi-variasi baru seiring perkembangan motif lurik. Baik ukuran garis, kombinasi warna dan paduan, maupun ukuran benang tenun.

Baca Juga: Copas, Kopi Herbal Tanpa Kafein dari Biji Pepaya

Lantaran itu pula, Afif tak sependapat dengan anggapan motif lurik monoton atau statis dan tidak variatif seperti kain tenun lainnya. Justru dengan motif garis-garis memudahkan untuk membuat berbagai desain.

“Termasuk dipadukan dengan tenun lain dan kain lainnya,” kata Afif.

Namun dari aspek budaya, apabila menenun kain lurik motif tertentu harus tetap memahami makna dan filosofi di dalamnya.

Baca Juga: Global Carbon Project 2022, Indonesia Penyumbang Emisi Terbesar Akibat Penggunaan Lahan

“Jadi generasi muda harus ikut memberika edukasi kepada masyarakat soal kain lurik, termasuk maknanya. Bukan sekadar kain bergaris,” kata Afif.

Juga mengajak untuk meningkatkan produksi serta solusi pemasaran sekaligus menciptakan inovasi baru. Salah satunya lebih sering berpartisipasi dalam pameran tekstil dan peragaan busana. Harapannya, kain lurik akan selalu terjaga eksistensinya sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Juga bisa terkenal di seluruh dunia seperti halnya kain batik sebagai pendahulunya. [WLC02]

Sumber: Universitas Negeri Yogyakarta

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: inovasi barukain batikkain bergariskain lurikkain tradisional khas Jawalurikmotif lurik monotonUNY

Editor

Next Post
Malam tadi, Minggu, 13 November 2022, gempa dangkal guncang Purwakarta, Jawa Barat, dan Cilacap di Jawa Tengah, dalam waktu yang hampir bersamaan. Foto tangkap layar BMKG, pusat gempa dangkal di Purwakarta pada pukul 22.41 WIB.

Malam Tadi Gempa Dangkal Guncang Purwakarta dan Cilacap

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media