Jumat, 28 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Siput Usal yang Biasa Dikonsumsi Masyarakat Pesisir Gunungkidul

Siput usal dimasak menjadi makanan tradisional, seperti tongseng usal, sate usal, dan oseng-oseng usal.

Rabu, 4 September 2024
A A
Siput usal. Foto BRIN.

Siput usal. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain sumber protein alternatif, usal juga dapat dimanfaatkan menjadi produk ekonomi kreatif bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.

“Kami telah melakukan inovasi teknologi dengan mengalengkan daging usal ini supaya dapat disimpan lama dan dapat dikirim ke tempat lain di luar Gunungkidul,” ujar Djoko.

Harapannya, selain sebagai alternatif sumber protein hewani, produk olahan usal yang sudah dikalengkan dapat dijadikan oleh-oleh atau buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul. Sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Nuraini Hanifa, Sebagian Besar Gempa Megathrust di Sepanjang Sumatera

Pelestarian usal

Terkait pengelolaan sumber daya siput usal, menurut Djoko, keberadaan usal harus tetap dijaga dan dilestarikan agar tidak punah. Beberapa upaya yang dapat dilakukan di antaranya dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga populasi usal di alam.

Langkah berikutnya adalah membuat batasan jumlah maksimal yang harus dipanen, serta batas usia atau ukuran yang boleh ditangkap.

“Masyarakat hendaknya menangkap usal yang sudah dewasa atau sudah bereproduksi agar bisa melepaskan keturunannya terlebih dahulu ke alam, sehingga populasinya akan terus terjaga,” papar dia.

Baca Juga: Ada Rahasia Karst dan Gua di Banggai Sulawesi Tengah yang Baru Terungkap

Faktor lingkungan perairan yang bersih dan tidak tercemar juga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup siput usal.

Upaya terakhir adalah dengan restocking atau melepas benih usal ke habitatnya di alam (perairan pantai Gunungkidul). Proses itu tidak membutuhkan perawatan ekstra. Dalam waktu dua tahun, siput usal yang dilepas tadi akan tumbuh dengan sendirinya, sehingga masyarakat pesisir dapat memanennya. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: garis pantaiKabupaten Gunungkidulprotein tinggisiput usalTurbo Spp

Editor

Next Post
Ilustrasi tulang dan gigi hewan.Foto vperez/pixabay.com.

Mengoptimalkan Limbah Gigi dan Tulang Hewan untuk Menjernihkan Air

Discussion about this post

TERKINI

  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media