Jumat, 17 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Superflu, Virus Influenza yang Ada Sejak 1968

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, puncak kasus terjadi pada Agustus 2025 dengan subklade K sebagai yang dominan.

Senin, 12 Januari 2026
A A
Ilustrasi vaksinasi global. Foto neelam279/pixabay.com.

Ilustrasi vaksinasi global. Foto neelam279/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, puncak kasus terjadi pada Agustus 2025 dengan subklade K sebagai yang dominan,” jelas dia.

Berdasarkan data sekuens genetik, subklade K mengalami genetic drift, yakni perubahan genetik yang dapat memengaruhi karakteristik virus. Namun jumlah kasus flu telah mencapai titik datar dan menurun stabil sejak pertengahan Desember 2025.

“Tingkat positivitas tes flu mingguan juga turun menjadi sekitar 4 persen, meski musim flu tahun ini tercatat datang satu bulan lebih awal dengan jumlah kasus tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” papar dia.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 7,1 Guncang Kepulauan Talaud

Untuk pencegahan, ia menekankan pentingnya vaksinasi influenza. Vaksin flu terbukti menurunkan risiko kunjungan ke fasilitas kesehatan atau rawat inap akibat flu hingga 70–75 persen pada anak dan sekitar 30–40 persen pada orang dewasa.

Masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, beristirahat di rumah, serta menjaga etika batuk dan kebersihan tangan.

“Sebagian besar kasus flu memang sembuh sendiri, tetapi komplikasi serius dapat terjadi, terutama pada anak kecil, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan tenaga kesehatan,” terang dia.

Kasus flu lebih banyak ditemukan pada kelompok anak, remaja, dan lansia. Anak dan remaja rentan karena tingginya kontak di lingkungan sekolah, sementara lansia berisiko mengalami sakit berat akibat penyakit penyerta dan penurunan fungsi kekebalan tubuh. Kewaspadaan dan upaya pencegahan tetap perlu ditingkatkan meskipun superflu bukan merupakan penyakit baru. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Kedokteran IPB UniversityInfluenza A (H3N2) Subclade KSuperfluVaksinasi Influenza

Editor

Next Post
Kondisi banjir di Aceh yang belum surut hingga 27 November 2025. Foto BPBA Aceh.

Akumulasi Penyebab Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar Terjadi di Hulu Aliran Sungai

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media