Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengkhawatirkan, Kapasitas TPA Sampah Nasional Hanya Bertahan Hingga 2028

Hingga 2045, Indonesia berpotensi menghasilkan 82 juta ton sampah per tahun. Tidak semuanya bisa dikelola dengan baik.

Selasa, 25 Februari 2025
A A
Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.

Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Degrowth, Regenerate, dan Educate

Ketua Satgas Sampah UGM, Luluk Lusiantoro mengatakan Indonesia harus mengakui sudah jauh terlambat dan tertinggal dari negara-negara maju dalam menangani persoalan sampah. Negara-negara maju sudah lama berbicara tentang konsep-konsep dan regulasi terkait lingkungan.

Sebagai dosen yang konsen pada persoalan sampah, ia mengingatkan ada tiga poin penting yang perlu diingat dalam proses mengolah sampah. Tiga poin itu mengadopsi ekonomi sirkular, yakni Degrowth, Regenerate, dan Educate.

Baca juga: Komisi III DPR Usul Galian C Jadi Sumber PNBP untuk Atasi Tambang Ilegal

Lebih jauh ia menjelaskan, konsep degrowth mengubah model bisnis dan ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Regenerate atau regenerasi, tidak sekedar membicarakan konsumsi saat ini, tapi bagaimana memikirkan kebutuhan yang akan datang. Sedangkan educate, menyebarkan hal-hal positif soal pengelolaan lingkungan kepada masyarakat secara luas.

“Termasuk golongan muda yang nanti masih berpotensi menjadi pimpinan di depan,” ucap dia.

Selesaikan sampah dengan hati

Simposium  yang diselenggarakan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) UGM ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Penetapan HPSN untuk mengenang tragedi 20 tahun lalu dimana terjadi longsoran sampah di TPA Leuwigajah di Cimahi yang merenggut 157 nyawa karena ledakan dari tempat penampungan sampah.

Baca juga: Maret-April 2025 Diprediksi Hujan Lebat, Pantau Info Cuaca Sebelum Mudik Lebaran

Anggota Satgas Sampah UGM, Arif Nurcahyo menyatakan isu pengelolaan sampah di Indonesia semakin kompleks seiring dengan meningkatnya jumlah populasi dan keterbatasan fasilitas pengolahan. UGM sebagai institusi akademik terus berupaya untuk berkontribusi dalam mencari solusi melalui berbagai forum dengan mempertemukan berbagai pihak berkepentingan guna mendiskusikan langkah-langkah strategis dalam pengelolaan sampah.

“Di UGM itu ada 61.000 orang yang kuliah. Kami sama-sama mengajak berdiskusi tentang itu. Ternyata menyelesaikan sampah itu tidak harus dengan otak, tapi dengan hati. Tidak harus dengan kepintaran dan logika tapi diperlukan dengan kerendahan hati,” pesan dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ekonomi sirkularSatgas Sampah UGMTPA LeuwigajahTPA nasional

Editor

Next Post
Pusat gempa dangkal 6,1 magnitudi mengguncang Kota Tutuyan, Boltim, Sulawesi Uatara pada Rabu, 26 Februari 2025. Foto BMKG.

Gempa Dangkal 6,1 Magnitudo Guncang Boltim Sulawesi Utara

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media