Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menumbuhkan Cinta Lingkungan dalam Peringatan Hari Internasional Perdamaian

Senin, 22 September 2025
A A
Menanam tanaman dalam gelaran Festival Lingkungan untuk memperingati Hari Internasional Perdamaian di bantaran Sungai Boyong, 21 September 2025. Foto Istimewa.

Menanam tanaman dalam gelaran Festival Lingkungan untuk memperingati Hari Internasional Perdamaian di bantaran Sungai Boyong, 21 September 2025. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Pendeta Kristi mengatakan semua orang beriman perlu mengingat bahwa manusia penting membangun relasi tidak hanya dengan Sang Pencipta dan sesama, tetapi juga dengan alam, karena kita tidak mungkin hidup lepas dari alam.

Baca juga: Hasil Penelitian AI dan Citra Satelit, Luas Tutupan Lahan Mangrove di Pesisir Semarang Menurun

Selain menanam pohon, Gusdurian Jogja juga mengajak para peserta festival untuk bermain “Dolanan Ekologi” di Warna Kopi, Ngaglik, Sleman. Ada dua macam permainan, yaitu ular tangga dan alas cerita ekologi.

“Jadi dengan dolanan ini, para peserta diajak untuk bergembira sambil belajar tentang lingkungan,” ujar Jojo.

Sementara itu, Trisnawan YB Sasangka, pemilik Warna Kopi mengatakan pihaknya terlibat dalam kegiatan ini sebagai bentuk syukur kepada alam yang sudah memberikan banyak kebaikan kepada manusia dan untuk memperingati enam tahun Warna Kopi. Salah satu bentuknya dengan menanam pohon karena pohon memberikan kesejukan dan menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna.

“Semoga kesadaran untuk menjaga lingkungan ini bisa diikuti masyarakat banyak,” ujar dia.

Baca juga: Dua Pekerja Freeport yang Terjebak Longsor Ditemukan Tewas, Pakar Sampaikan Tantangan Evakuasi

Belasan organisasi yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Warna Kopi dan Pecinta Kopi, Balai Perbenihan dan Tanaman Hutan (BPTH) Yogyakarta, SAMI Initiative, GUSDURIAN Jogja, Warga Dusun dan Karang Taruna Gondanglutung dan sekitarnya, Komunitas Sungai Sleman, Pusat Studi Agama & Demokrasi Universitas Islam Indonesia, Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).

Juga Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), The International Nature Loving Community (INLA) LOQUI, Ruang Obrol, Komunitas Kucing UGM,  HMI Pasca Sarjana UGM, Pusat Studi Lingkungan Universitas Sanata Dharma (Sadhar), Pendidikan Biologi Sadhar, MAPALA Diploma Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi UGM, Jampiklim, dan Arupa. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Festival Lingkungan Green With/in You 2025Hari Internasional PerdamaianSungai Boyong

Editor

Next Post
PSN Merauke 1 yang menggunduli hutan adat. Foto CF Gecko Project.

Proyek PSN Merauke Dinilai Bentuk Kebijakan Serakahnomics Era Pemerintahan Prabowo

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media