Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menumbuhkan Cinta Lingkungan dalam Peringatan Hari Internasional Perdamaian

Senin, 22 September 2025
A A
Menanam tanaman dalam gelaran Festival Lingkungan untuk memperingati Hari Internasional Perdamaian di bantaran Sungai Boyong, 21 September 2025. Foto Istimewa.

Menanam tanaman dalam gelaran Festival Lingkungan untuk memperingati Hari Internasional Perdamaian di bantaran Sungai Boyong, 21 September 2025. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebanyak 14 organisasi di Yogyakarta menggelar acara Festival Lingkungan Green With/in You 2025 di bantaran Sungai Boyong, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan di kalangan masyarakat. Acara ini sekaligus untuk memperingati Hari Internasional Perdamaian yang jatuh tiap 21 September.

Ketua Panitia, Maria Ignatia Juvita (Jojo) mengatakan perdamaian tidak hanya bicara soal hubungan antar sesama manusia. Melainkan juga hubungan manusia dengan alam. Dengan menjaga bumi, maka masyarakat juga menjaga harmoni, dasar bagi perdamaian yang berkelanjutan.

“Lingkungan yang sehat adalah pondasi bagi masyarakat yang damai sedangkan krisis ekologis kerap menjadi penyebab konflik sosial dan ketidakadilan,” ujar Jojo dalam siaran tertulis yang diterima, Senin, 22 September 2025.

Baca juga: Populasi Komodo Terancam Punah, Kementerian Kehutanan Menunggu Lampu Hijau Pembangunan Resort dari Unesco

Jojo yang juga aktivis Gusdurian Yogyakarta ini mengatakan tema Green With/in You bertujuan untuk mengajak masyarakat melakukan ecological conversion dari egosentrisme ke ekosentrisme. Ini adalah pertobatan ekologis, menggeser perhatian yang berpusat kepada dirinya ke alam.

“Masyarakat perlu melihat kondisi alam dan lingkungan yang sudah memberikan ruang hidup bagi kita. Jadi kita tidak hanya menikmati dan mengambilnya (alam) secara cuma-cuma saja,” tambah Jojo.

Ia mengingatkan, selama ini ulah manusia sudah membuat lingkungan rusak dan menyebabkan terjadinya krisis lingkungan yang ditandai dengan kenaikan suhu bumi, terjadinya berbagai bencana alam, dan musim yang tidak jelas. Masyarakat perlu membuka hati, mengubah perilaku yang merusak alam dan saling bergandengan tangan untuk menyelamatkan bumi.

Baca juga: Kisah Kampus yang Kaya Habitat Satwa Liar dan Melestarikan Pohon 106 Tahun

Dalam festival ini, para pemimpin lintas agama serta pengunjung menanam pohon di bantaran Sungai Boyong sebagai simbol peduli kepada lingkungan dan kampanye pembagian bibit pohon sebanyak 200 batang, dan mereka menanam 105 bibit pohon, antara lain pohon nangka, kepuh, gayam, pinang, dan kemuning.

Para pemimpin agama yang datang adalah Abdul Aziz dari Islam,  Pandita Muda, Anton Jason dari Budha, ⁠Suster Hetti dari Biara SCMM (Sister of Charity of Our Lady Mother of Mercy), dan Pendeta Kristi dari Gereja Kristen Jawa Gondokusuman. Hadir pula, Maman Sulaeman, perwakilan dari BPTH Wilayah III, dan seluruh perwakilan lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini, serta warga masyarakat setempat. Sehingga total peserta yang hadir mencapai 100 orang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Festival Lingkungan Green With/in You 2025Hari Internasional PerdamaianSungai Boyong

Editor

Next Post
PSN Merauke 1 yang menggunduli hutan adat. Foto CF Gecko Project.

Proyek PSN Merauke Dinilai Bentuk Kebijakan Serakahnomics Era Pemerintahan Prabowo

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media