Senin, 15 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan

Pemulihan lingkungan harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir dengan mengatasi sumber masalah di daratan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh ekosistem maupun masyarakat.

Sabtu, 13 Juni 2026
A A
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain sedimentasi, Meutia mengingatkan aktivitas pertambangan nikel berpotensi meningkatkan kandungan logam berat seperti nikel, besi, mangan, dan kadmium di perairan. Logam-logam tersebut dapat terakumulasi pada organisme laut dan mengalami biomagnifikasi dalam rantai makanan, sehingga berisiko mengganggu kesehatan manusia yang mengonsumsinya dalam jangka panjang.

Dalam jangka panjang, logam berat yang terakumulasi dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan kronis, mulai dari penyakit kulit, gangguan saraf, penurunan fungsi ginjal, hingga peningkatan risiko kanker.

“Risiko ini akan menjadi besar apabila masyarakat pesisir mengandalkan hasil tangkapan dari perairan yang telah terkontaminasi,” kata dia.

Terkait dengan kondisi di Teluk Buli, Meutia menekankan pentingnya pemantauan kualitas air, sedimentasi, dan kandungan logam berat secara berkala. Langkah itu untuk memastikan dampak aktivitas pertambangan terhadap lingkungan perairan.

Ia menilai langkah yang perlu dilakukan meliputi evaluasi pelaksanaan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), penguatan pengendalian sedimentasi, revegetasi lahan terbuka. Juga perlindungan bagi masyarakat terdampak melalui dukungan ekonomi, layanan kesehatan, dan akses air bersih.

Pemulihan lingkungan harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir dengan mengatasi sumber masalah di daratan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh ekosistem maupun masyarakat. [WLC02]

Sumber; IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UniversityKabupaten Halmahera TimurMeutia Samira Ismettambang nikelTeluk Buliterumbu karang

Editor

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media