Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mirzam Abdurrachman: Marapi Mendadak Meletus karena Gangguan Dapur Magma atau Sesar Sumatera?

Letusan Gunung Marapi yang mendadak hingga memakan 23 korban pada 3 Desemer 2023 lalu menjadi bahasan viral. Mengapa?

Minggu, 17 Desember 2023
A A
Ahli Vulkanologi ITB, Dr. Mirzam Abdurrachman. Foto itb.ac.id.

Ahli Vulkanologi ITB, Dr. Mirzam Abdurrachman. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Erupsi pada Gunung Marapi ini dikenal juga dengan letusan freaktik yang kerap terjadi pada gunung berapi. Tidak semua gunung mungkin mengalami letusan freaktik. Pada erupsi freaktik, gunung memuntahkan material debu vulkanik, tetapi tak melelehkan cairan magma sehingga erupsi freaktik dapat terjadi tanpa memunculkan gejala sebelumnya.

Akibat Sesar Sumatera?
Menurut Mirzam, bencana erupsi Gunung Marapi secara tiba-tiba ini dapat dipengaruhi juga oleh faktor eksternal yang dapat berpengaruh pada stabilitas geologi di sekitarnya.

Baca Juga: Gempa Bumi Sukabumi Diduga Aktivitas Vulkanik Gunung Salak

Sebagai informasi, posisi Gunung Marapi hanya sekitar 5 kilometer dari Sesar Sumatera. Sesar atau Patahan Sumatera ini membentang sepanjang 1.900 kilometer dari Banda Aceh hingga Teluk Semangko, di Selatan Lampung.

“Kalau kita buka Google Maps, bagian barat Gunung Marapi terpotong Patahan Sumatera. Bisa enggak kemudian faktor eksternal seperti ini menjadi faktor letusan yang kejadiannya tiba-tiba seperti ini? Ini bisa saja terjadi,” ungkap Mirzam.

Selain itu, bebatuan yang berada di bawah Gunung Marapi dan sudah dalam kondisi tercacah menjadi blok-blok kecil juga dapat berpotensi membuat keadaan gunung menjadi tidak stabil.

Baca Juga: Aktivitas Kawah Bromo Meningkat, Radius Aman Lebih dari 1 Km

“Ketika blok itu sudah tercacah-cacah, sangat mudah saat kondisinya tidak stabil. Tiba-tiba masuk serta anjlok ke dalam dapur magma. Jadi adanya ketidakseimbangan itu dapat berakibat pada letusan yang sulit diprediksi ini,” ujar dia.

Di Sumatera terdapat beberapa gunung berapi yang karakternya disebut mirip dengan Gunung Marapi ini. Sebut saja Gunung Singgalang di Sumatera Barat, Gunung Dempo di Sumatera Selatan, serta Gunung Kerinci di perbatasan Jambi dengan Sumatera Barat. Gunung-gunung tersebut posisinya berdekatan dan mempunyai karakter geologi yang serupa.

Terkait erupsi Gunung Marapi yang terjadi secara tiba-tiba serta sulit diprediksi ini, penting pula untuk masyarakat mengetahui dan lebih memahami mitigasi bencananya. Mitigasi ini sebagai upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak atau risiko yang disebabkan aktivitas gunung berapi.

“Pada dasarnya setiap aktivitas gunung berapi yang ada di Indonesia sudah ada monitoring tersendiri. Namun jangan lupakan juga mengenai sejarah ledakannya, periodenya berapa tahun, bagaimana karakter dari gunung berapi tersebut. Hal-hal ini perlu diperhatikan, sehingga model mitigasinya juga dapat mempertimbangkan berbagai faktor,” kata Mirzam. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ahli VulkanologiGunung MarapiITBletusan freatikMirzam AbdurrachmanSesar Sumatra

Editor

Next Post
Ilustrasi pertambangan. Foto dok. Aliansi Sulawesi

Jatam: Dana Kampanye Pemilu dari Tambang Ilegal Sudah Biasa dan Dibiarkan

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media