Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Dampak Cuaca Ekstrem, Penanganan Bencana Urusan Bersama

Rabu, 12 Oktober 2022
A A
Dampak cuaca ekstrem tanah longsor di Kabupaten Wonosobo pada Sabtu malam, 8 Oktober 2022. Foto Dok BNPB.

Dampak cuaca ekstrem tanah longsor di Kabupaten Wonosobo pada Sabtu malam, 8 Oktober 2022. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Cuaca ekstrem masih mengintai wilayah Indonesia hingga 15 Oktober mendatang, sebagaimana peringatan dini yang diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Data BNPB mengungkapkan, bencana dampak cuaca ekstrem dalam kurun 10 bulan sudah terjadi 867 kali.

Menanggapi bencana dampak cuaca ekstrem, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta seluruh pemangku kebijakan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana dampak cuaca ekstrem. Hal tersebut disampaikan Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Nasional BNPB-BPBD untuk Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Cuaca Ekstrem pada Senin, 10 Oktober 2022.

Suharyanto menekankan bahwa penanggulangan bencana sudah menjadi standar pelayanan minimum pemerintah daerah. Kepala BNPB meminta pemerintah daerah segera melaksanakan apel kesiapsiagaan untuk mengecek kesiapan alat, perangkat dan personil dalam menghadapi cuaca ekstrem yang dapat berdampak bencana seperti banjir, banjir bandang, angin kencang dan tanah longsor.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Bali, Lima Orang Meninggal Dunia

“Penanggulangan bencana adalah standar pelayanan minimum di daerah. Untuk itu, pimpinan daerah dan segenap jajaran agar segera melakukan apel kesiapsiagaan dalam rangka mengetahui dan mengecek kesiapan alat, perangkat, dan personel untuk menghadapi bencana banjir, longsor akibat cuaca ekstrem,” kata Suharyanto.

Data BNPB menunjukan, kejadian bencana yang dipicu oleh faktor cuaca seperti banjir, bencana dampak cuaca ekstrem dan tanah longsor mendominasi sejak 1 Januari hingga 9 Oktober 2022.

Bencana banjir terjadi sebanyak 1.083 kali peristiwa, bencana dampak cuaca ekstrem 867 dan tanah longsor 483 kejadian. Selain itu karhutla sebanyak 239 kejadian, gempa bumi dan gunungapi 21, gelombang pasang atau abrasi 21 dan kekeringan 4 kejadian.

Baca Juga: Agus Atmadipoera: Riset di Laut Banggai Ungkap Upwelling Iklim Masa Lampau

Akibat dari rentetan bencana tersebut, sebanyak 160 jiwa meninggal dunia, 28 hilang, 790 luka-luka dan 3.193.001 terdampak bencana. Kerugian yang ditimbulkan atas bencana selama 10 bulan ini meliputi 31.170 rumah rusak, 882 fasilitas rusak, 501 fasilitas pendidikan rusak, 306 rumah ibadah rusak, 75 fasilitas kesehatan rusak, 137 kantor rusak dan 137 jembatan rusak.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana HidrometeorologiCuaca EkstremDampak Cuaca EkstremKepala BNPBLetjen TNI SuharyantoMitigasi Dampak Cuaca Ekstrem

Editor

Next Post
Bencana di Kebumen, Jawa Tengah, salah satu lokasi terdampak banjir dan longsor. Foto Dok BNPB.

Bencana di Kebumen, Satu Orang Meninggal Dunia, 130 Warga Terisolir

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media