Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Dampak Kenaikan Status Gunung Ibu Menjadi Awas

Jumat, 17 Mei 2024
A A
PVMBG menaikkan status Gunung Ibu menjadi Awas atau Level IV sejak 16 Mei 2024. Letusan Gunung Ibu pada Jumat, 17 Mei 2024, pukul 08.00 WIT. Foto magma.esdm.go.id.

PVMBG menaikkan status Gunung Ibu menjadi Awas atau Level IV sejak 16 Mei 2024. Letusan Gunung Ibu pada Jumat, 17 Mei 2024, pukul 08.00 WIT. Foto magma.esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com ­– Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, menaikkan status Gunung Ibu menjadi Awas (Level IV) dari Level III (Siaga), sejak Kamis, 16 Mei 2024, pukul 15.00 WIT.

Menyusul kenaikan status Gunung Ibu menjadi Awas, BNPB bersama Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara mengambil langkah mitigasi tanggap darurat  dampak kenaikan status Gunung Ibu menjadi Awas.

“Tadi sudah diputuskan yang akan memimpin nanti Dandim,” kata Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Lilik Kurniawan usai rapat koordinasi bersama Bupati Halmahera Barat James Uang, Sekda Halmahera Barat, M Syahril Abd Radjak, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting, Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat, Wawan Gunawan, termasuk Dandim 1501 Kolonel Arm. Adietya Yuni Nurtono, Kapolres Halmahera Barat AKBP Erlichson Pasaribu, di Halmahera Barat, Jumat, 17 Mei 2024.

Dengan keputusan ini, kata Lilik, seluruh unsur Forkopimda diharapkan dapat segera bersinergi, satu pintu komando untuk upaya penanganan bencana. BNPB mendampingi Pemda Halmahera Barat untuk percepatan penanganan darurat.

Baca Juga: Aktivitas Gempa Meningkat Sejak April, Status Gunung Ibu Menjadi Siaga

Mendukung masa tanggap darurat Gunung Ibu, BNPB menyerahkan Dana Siap Pakai (DSP) Rp250 juta, serta bantuan logistik dan peralatan meliputi tenda pengungsi 10 unit, tenda keluarga 100 unit, sembako 500 paket, makanan siap saji 500 paket, hygine kit 500 paket, matras 500 lembar, selimut 500 lembar, kasur lipat 500 lembar, genset 5 unit, light tower 5 unit, lampu solar panel 5 unit, masker kesehatan 1000 dus, toilet portable 10 paket, tandon air 10 unit.

Selain itu, BNPB akan mengirimkan Tim Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) guna mendukung pengelolaan data, termasuk pendampingan posko media center sebagai diseminasi informasi kedaruratan bencana.

Pasca kenaikan status Gunung Ibu menjadi Awas, tercatat, 600 penduduk di Desa Tonguti Ternate mengungsi. Sedangkan di Desa Dam Ici sebanyak 200 penduduk berada di tenda pengungsian.

Baca Juga: Percepat Masa Darurat ke Pemulihan Pasca Bencana Alam Sumatera Barat

Lilik menyebutkan, fasilitas di pengungsian sudah cukup baik dengan fasilitas dapur umum dan fasilitas kesehatan telah beroperasi.

“Di lokasi (pengungsian Desa Dam Ici) sudah ada fasilitas kesehatan yang dioperasikan oleh tenaga-tenaga dari Puskesmas, melayani warga secara bergantian,” jelas Lilik.

Sebagaimana rekomendasi PVMBG, seiring kenaikan status Gunung Ibu menjadi Awas, dilarangan beraktivitas dalam radius hingga 7 kilometer dari arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu. Dalam radius tersebut terdapat permukiman penduduk Desa Tuguis.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BNPBErupsi Gunung IbuGunung IbuKabupaten Halmahera Baratmitigasi erupsi gunungapiProvinsi Maluku UtaraPVMBGstatus Gunung Ibu menjadi Awas

Editor

Next Post
Solidaritas Aksi Kamisan Medan terhadap trio 'penjaga' hutan mangrove Langkat, yang memprotes kerusakan lingkungan. Foto Istimewa.

Penyuara Kerusakan Lingkungan Kembali Dibungkam, Trio Penjaga Hutan Mangrove Langkat Dibui  

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media