Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Percepat Masa Darurat ke Pemulihan Pasca Bencana Alam Sumatera Barat

Jumat, 17 Mei 2024
A A
Bencana alam Sumatera Barat, tim gabungan dan masyarakat Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Darat, melakukan pembersihan material banjir lahar dingin Gunung Marapi. Foto BNPB.

Bencana alam Sumatera Barat, tim gabungan dan masyarakat Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Darat, melakukan pembersihan material banjir lahar dingin Gunung Marapi. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Skala kerusakan dampak bencana alam Sumatera Barat yang terjadi Sabtu malam, 11 Mei 2024, tergolong besar. Enam wilayah kabupaten dan kota di provinsi itu terdampak bencana banjir lahar dinging Gunung Marapi dan banjir bandang.

Data terkini BNPB, korban meninggal dunia bencana alam Sumatera Barat sudah mendapai 67 orang, 20 warga kini masih dalam pencarian. Sebanyak 989 kepala keluarga terdampak bencana dan mengungsi.

Upaya penanganan di masa tanggap darurat bencana alam Sumatera Barat terus dilakukan. Kepala BNPB Leten TNI Suharyanto saat rapat koordinasi penanganan darurat di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, menekankan pentingnya percepatan masa darurat ke pemulihan. Maka penyelesaian pendataan relokasi warga, rumah terdampak hingga kawasan pemukiman di zona rawan bencana harus disegerakan.

“Pemerintah sudah memikirkan, merencanakan dan tinggal melaksanakan tahapan selanjutnya untuk transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan atau rehabilitasi dan rekonstruksi. Jadi pendataan akan kebutuhan relokasi tolong ini segera dilakukan. Sehingga dalam waktu dekat bisa diketahui mana yang direlokasi mana yang tidak,” tegas Suharyanto dalam rakor pada Kamis, 16 Mei 2024.

Baca Juga: Penanganan Bencana Sumbar, BNPB Jamin Kebutuhan Pengungsi dan Siapkan Dana Perbaikan Rumah

Rakor penanganan darurat bencana alam Sumatera Barat diikuti Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldy, dan Anggota DPR RI Komisi VIII John Kenedy Azis.

BNPB bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan BMKG masih terus melakukan pemetaan wilayah mana saja di sekitar Gunung Marapi yang masuk dalam kawasan rawan bencana, khususnya daerah yang terdapat aliran sungai berhulu di Gunung Marapi.

Suharyanto mengungkapkan, tahap transisi sudah harus jalan dari masa tanggap darurat ke rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca Juga: Bencana Banjir Lahar di Sumatera Barat Korban Meninggal Dunia Capai 50 Orang

“Nanti akan didata mana yang harus direlokasi dan tidak. Deputi IV BNPB ini yang menangani Rehabilitasi dan Rekonstruksi juga sudah rapat teknis dan terus akan mendampingi pemerintah daerah,” kata Suharyanto.

Mata Pencaharian Warga Relokasi

Dalam rakor tersebut, Suharyanto menyinggung mata pencaharian warga yang akan direlokasi. BNPB meminta pemerintah daerah menyediakan mata pencaharian warga, salah satunya adalah lahan yang bisa dimanfaatkan warga yang direlokasi.

“Karena warga yang direlokasi pasti butuh tempat mencari nafkah juga. Jadi memang masyarakat di samping mendapat rumah juga mendapat kebun Iini perlu dilihat apakah di sebelah relokasi itu ada tanah negara yang bisa dimanfaatkan,” ucap Suharyanto.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir Bandang AgamBanjir Bandang dan Lahar Dingin Sumatera Baratbanjir lahar dingin Tanah Datarbencana alam Sumatera Baratbencana alam SumbarSumatera Barat

Editor

Next Post
PVMBG menaikkan status Gunung Ibu menjadi Awas atau Level IV sejak 16 Mei 2024. Letusan Gunung Ibu pada Jumat, 17 Mei 2024, pukul 08.00 WIT. Foto magma.esdm.go.id.

Mitigasi Dampak Kenaikan Status Gunung Ibu Menjadi Awas

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media