Wanaloka.com – Pemerintah saat ini memperkuat pengawasan dan pencegahan penularan virus nipah dengan memperketat pemantauan pelaku perjalanan luar negeri, selain pengawasan pada alat angkut dan barang dari luar negeri di pelabuhan.
Semula virus ini berkembang dan menular antar sesama hewan, yakni ditularkan melalui kelelawar buah. Sebab secara epidemiologis, kelelawar diketahui sebagai reservoir virus Nipah.
Perkembangannya, infeksi virus Nipah ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan perantara yang terinfeksi, seperti babi dan kuda. Sebagaimana sejarah kemunculan virus Nipah yang pertama kali terdeteksi di wilayah Nipah, Malaysia. Pola penularan awalnya terjadi dari kelelawar ke babi, kemudian dari babi ke manusia, yang disebut sebagai pola klasik.
Pada kasus di Bangladesh dan India, penularan dilaporkan terjadi langsung dari kelelawar ke manusia. Hal ini dipengaruhi faktor lain, seperti konsumsi nira yang tidak ditangani dengan baik. Lantaran perkembangan itu, virus ini juga berpotensi menyebar antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita.
Baca juga: Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
“Kekhawatiran kami dari sisi penyakit adalah kemungkinan terjadinya penularan antarmanusia. Itu sudah terjadi, sudah ada buktinya,” ungkap Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Heru Susetya, Jumat, 6 Februari 2026.
Perhatian terhadap wabah ini sebagai penyakit zoonosis menjadi sangat penting dan perlu dicermati secara serius.
Virus musiman
Lantaran ditularkan melalui kelelawar buah, kemunculan virus Nipah bersifat musiman (seasonal). Kondisi ini juga dipengaruhi faktor stres atau kelaparan pada kelelawar. Ia mencontohkan ketika sumber pakan alami, seperti nira di habitat hutan berkurang, risiko penularan dapat meningkat karena virus menjadi lebih aktif.
Penyebaran virus Nipah pada hewan seperti babi dan kuda kerap menunjukkan gejala pernapasan hingga gangguan saraf, bahkan dapat berujung fatal.
“Kalau pada manusia, dampaknya lebih fatal karena biasanya kematian terjadi akibat ensefalitis atau radang otak,” ujar Dosen Mikrobiologi FKH UGM, Th. Khrisdiana Putri.
Baca juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
Minum nira usai dipanaskan






Discussion about this post