Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia

Solusinya bukan dengan menyalahkan atau memusnahkan kelelawar, melainkan menghindari kontak dan meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Sabtu, 7 Februari 2026
A A
Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.

Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah saat ini memperkuat pengawasan dan pencegahan penularan virus nipah dengan memperketat pemantauan pelaku perjalanan luar negeri, selain pengawasan pada alat angkut dan barang dari luar negeri di pelabuhan.

Semula virus ini berkembang dan menular antar sesama hewan, yakni ditularkan melalui kelelawar buah. Sebab secara epidemiologis, kelelawar diketahui sebagai reservoir virus Nipah.

Perkembangannya, infeksi virus Nipah ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan perantara yang terinfeksi, seperti babi dan kuda. Sebagaimana sejarah kemunculan virus Nipah yang pertama kali terdeteksi di wilayah Nipah, Malaysia. Pola penularan awalnya terjadi dari kelelawar ke babi, kemudian dari babi ke manusia, yang disebut sebagai pola klasik.

Pada kasus di Bangladesh dan India, penularan dilaporkan terjadi langsung dari kelelawar ke manusia. Hal ini dipengaruhi faktor lain, seperti konsumsi nira yang tidak ditangani dengan baik. Lantaran perkembangan itu, virus ini juga berpotensi menyebar antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita.

Baca juga: Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi

“Kekhawatiran kami dari sisi penyakit adalah kemungkinan terjadinya penularan antarmanusia. Itu sudah terjadi, sudah ada buktinya,” ungkap Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Heru Susetya, Jumat, 6 Februari 2026.

Perhatian terhadap wabah ini sebagai penyakit zoonosis menjadi sangat penting dan perlu dicermati secara serius.

Virus musiman

Lantaran ditularkan melalui kelelawar buah, kemunculan virus Nipah bersifat musiman (seasonal). Kondisi ini juga dipengaruhi faktor stres atau kelaparan pada kelelawar. Ia mencontohkan ketika sumber pakan alami, seperti nira di habitat hutan berkurang, risiko penularan dapat meningkat karena virus menjadi lebih aktif.

Penyebaran virus Nipah pada hewan seperti babi dan kuda kerap menunjukkan gejala pernapasan hingga gangguan saraf, bahkan dapat berujung fatal.

“Kalau pada manusia, dampaknya lebih fatal karena biasanya kematian terjadi akibat ensefalitis atau radang otak,” ujar Dosen Mikrobiologi FKH UGM, Th. Khrisdiana Putri.

Baca juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir

Minum nira usai dipanaskan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Kedokteran Hewan UGMkelelawarpenyakit zoonosisPHBSVirus Nipah

Editor

Next Post
Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.

Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media