Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia

Solusinya bukan dengan menyalahkan atau memusnahkan kelelawar, melainkan menghindari kontak dan meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Sabtu, 7 Februari 2026
A A
Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.

Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Di Indonesia sendiri, Heru menilai seharusnya sudah tersedia sistem peringatan dini (early warning system) terhadap berbagai penyakit zoonosis, termasuk Nipah. Sistem ini penting agar setiap temuan gejala dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.

“Itulah mengapa Nipah menjadi perhatian pemerintah. Harapannya, siapa pun yang mengetahui gejalanya dapat segera melaporkan. Peringatan dini menjadi kunci utama,” tegas Heru.

Ia juga menekankan solusi bukan dengan menyalahkan atau memusnahkan kelelawar, melainkan menghindari kontak dan meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Misalnya dengan segera melaporkan jika terdapat babi yang menunjukkan gejala klinis tidak biasa.

“Upaya ini diharapkan mampu mencegah penularan lebih lanjut, meskipun tetap bergantung pada pola penyebaran virus,” imbuh dia.

Baca juga: Gajah Mati Tanpa Kepala di Riau, Indikasi Kuat Tindak Pidana Perburuan Liar

Pemerintah telah melakukan langkah pengamanan melalui regulasi, salah satunya dengan melarang peternakan babi berada dekat dengan perkebunan nira. Kebijakan ini menjadi langkah awal dalam pencegahan.

“Penataan peternakan diharapkan dapat lebih mendukung pencegahan penularan dari kelelawar ke babi,” kata dia.

Khrisdiana juga menyoroti kebiasaan mengonsumsi nira segar yang diminum langsung tanpa proses pengolahan. Sebaiknya, nira dikonsumsi melalui perlakuan terlebih dahulu, seperti pasteurisasi atau pemanasan, dan tidak dikonsumsi secara langsung.

“Di sektor peternakan, kesadaran menjaga jarak kandang dari kebun nira serta penerapan desinfeksi kandang menjadi hal penting,” ujar Khrisdiana.

Virus Nipah tergolong lemah atau mudah rusak di lingkungan. Virus ini tidak mampu bertahan lama di luar inang sehingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi langkah pencegahan yang efektif.

Menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan, mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar, dan menjaga keseimbangan dengan alam adalah hal yang tidak bisa diabaikan. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Kedokteran Hewan UGMkelelawarpenyakit zoonosisPHBSVirus Nipah

Editor

Next Post
Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.

Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media