Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia

Solusinya bukan dengan menyalahkan atau memusnahkan kelelawar, melainkan menghindari kontak dan meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Sabtu, 7 Februari 2026
A A
Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.

Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Di Indonesia sendiri, Heru menilai seharusnya sudah tersedia sistem peringatan dini (early warning system) terhadap berbagai penyakit zoonosis, termasuk Nipah. Sistem ini penting agar setiap temuan gejala dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.

“Itulah mengapa Nipah menjadi perhatian pemerintah. Harapannya, siapa pun yang mengetahui gejalanya dapat segera melaporkan. Peringatan dini menjadi kunci utama,” tegas Heru.

Ia juga menekankan solusi bukan dengan menyalahkan atau memusnahkan kelelawar, melainkan menghindari kontak dan meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Misalnya dengan segera melaporkan jika terdapat babi yang menunjukkan gejala klinis tidak biasa.

“Upaya ini diharapkan mampu mencegah penularan lebih lanjut, meskipun tetap bergantung pada pola penyebaran virus,” imbuh dia.

Baca juga: Gajah Mati Tanpa Kepala di Riau, Indikasi Kuat Tindak Pidana Perburuan Liar

Pemerintah telah melakukan langkah pengamanan melalui regulasi, salah satunya dengan melarang peternakan babi berada dekat dengan perkebunan nira. Kebijakan ini menjadi langkah awal dalam pencegahan.

“Penataan peternakan diharapkan dapat lebih mendukung pencegahan penularan dari kelelawar ke babi,” kata dia.

Khrisdiana juga menyoroti kebiasaan mengonsumsi nira segar yang diminum langsung tanpa proses pengolahan. Sebaiknya, nira dikonsumsi melalui perlakuan terlebih dahulu, seperti pasteurisasi atau pemanasan, dan tidak dikonsumsi secara langsung.

“Di sektor peternakan, kesadaran menjaga jarak kandang dari kebun nira serta penerapan desinfeksi kandang menjadi hal penting,” ujar Khrisdiana.

Virus Nipah tergolong lemah atau mudah rusak di lingkungan. Virus ini tidak mampu bertahan lama di luar inang sehingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi langkah pencegahan yang efektif.

Menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan, mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar, dan menjaga keseimbangan dengan alam adalah hal yang tidak bisa diabaikan. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Kedokteran Hewan UGMkelelawarpenyakit zoonosisPHBSVirus Nipah

Editor

Next Post
Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.

Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media