Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pelabuhan Tanjung Adikarto Jadi Pelatihan Wisata Berbasis Kesadaran Prolingkungan

Pelabuhan Tanjung Adikarto belum beroperasi. Namun bisa digunakan untuk lokasi wisata yang berbasis pelestarian lingkungan.

Minggu, 1 Mei 2022
A A
Pelabuhan Tanjung Adikarto. Foto pustral.ugm.ac.id.

Pelabuhan Tanjung Adikarto. Foto pustral.ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Keindahan alam pantai, gunung, sabana, dan segala keragaman merupakan kekayaan Indonesia yang terus digaungkan sebagai destinasi wisata untuk menunjang kelestarian lingkungan. Wisata lingkungan menjadi jenis pariwisata alternatif dari pariwisata konvensional karena dua hal. Pertama, ada asumsi, bahwa pariwisata memerlukan lingkungan yang baik. Kedua,  kesadaran bahwa pariwisata dapat digunakan sebagai instrumen untuk menunjang upaya pelestarian lingkungan.

Para pemerhati atau pakar lingkungan mulai menyadari berbagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan tidak akan efektif apabila tidak didukung masyarakat luas, khususnya penduduk setempat. Termasuk Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelabuhan ini menjadi tujuan wisata masyarakat sekaligus wahana edukasi tentang bahari. Namun pengelolaan dan pelayanan pariwisata belum berjalan optimal. Masih banyak ditemukan sampah berserakan, baik sampah plastik maupun sampah organik. Kemudian fasilitas umum yang belum lengkap, seperti kamar mandi yang belum layak, tempat makan yang belum nyaman, sehingga jarang dikunjungi wisatawan.Perlu adanya solusi untuk mewujudkan pentingnya pengembangan pariwisata berbasis kesadaran lingkungan hidup bagi masyarakat dan wisatawan supaya kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Baca Juga: Yang Dilakukan dan Dihindari agar Tetap Fit Selama Mudik

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNY tertarik membentuk pariwisata berbasis civic ecology atau kewarganegaraan ekologis untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Tanjung Adikarto. Mereka adalah Bagas Primandaru, Siwi Lestari dan Mohammad Charis Azizur Rohman Zamzami dari Prodi Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum serta Reza Ainur Rizky dan Hestin Ayunitia dari Prodi Pendidikan IPS.

Menurut Bagas, civic ecology melibatkan beberapa batasan hak dan tanggung jawab moral manusia dan alam. Secara eksplisit menggambarkan kesadaran akan konsekuensi lingkungan mengarah pada kepercayaan yang mengharuskan orang terlibat dalam perilaku prolingkungan.

“Wawasan pendidikan lingkungan sangat penting untuk diimplikasikan dalam rangka memperluas pembelajaran kewarganegaraan dari lokal menuju global,” kata Bagas.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: civic ecologykelestarian lingkunganpariwisataPelabuhan Tanjung AdikartoUNY

Editor

Next Post
Ilustrasi berjabat tangan. Foto HeungSoon/pixabay.com.

Halal bi Halal Bermula dari Tradisi Keluarga Menjadi Tradisi Instansi

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media