Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pelatihan Konservasi Burung Bermigrasi di Pulau Rambut

Senin, 3 Maret 2025
A A
Peserta pelatihan konservasi burung bermifrasi di Pulau Rambut. Foto Dok. KSDAE.

Peserta pelatihan konservasi burung bermifrasi di Pulau Rambut. Foto Dok. KSDAE.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Ada Pohon Cabe Jamu hingga Gamal di Hutan Mahasiswa UGM di Ngawi

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur didapuk sebagai koordinator konservasi burung bermigrasi untuk wilayah Pulau Jawa. Peran ini menegaskan urgensi sinergi antara berbagai pemangku kepentingan dalam mengawal kelangsungan hidup spesies burung yang melintasi batas negara.

Lokalatih ini diikuti oleh 51 peserta luring serta lebih dari 20 peserta daring, melibatkan berbagai institusi nasional maupun internasional seperti ASEAN Flyway Network dan National Parks Board (NParks) Singapura dengan dukungan pendanaan dari Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF).

Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemantauan serta pengelolaan habitat burung bermigrasi. Sekaligus meninjau serta mengembangkan rencana strategis dan aksi nasional bagi konservasi mereka.

Baca juga: Rombongan Pendaki Puncak Cartensz Diserang Hipotermia Akibat Cuaca Buruk, Dua Orang Meninggal

Peserta diperkenalkan pada arah kebijakan konservasi, lokasi-lokasi penting bagi burung air dan raptor bermigrasi, serta studi kasus pengelolaan lahan basah di Singapura. Diskusi intensif kemudian dibagi menjadi empat kelompok yang mengkaji kesekretariatan, pengelolaan data monitoring, peningkatan kesadartahuan publik, serta pengusulan lokasi baru dalam jaringan East Asian-Australasian Flyway (EAAF).

Dari pemanfaatan portal pelaporan modern hingga analisis data spesies, para peserta mendalami berbagai metode identifikasi dan survei burung migran. Hasil dari diskusi ini melahirkan sejumlah rumusan penting, termasuk penguatan kolaborasi riset, peningkatan kapasitas habitat, dan integrasi konservasi burung bermigrasi ke dalam kebijakan nasional. [WLC02]

Sumber: KSDAE KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: burung bermigrasiDitjen KSDAESuaka Margasatwa Pulau Rambut

Editor

Next Post
Banjir di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, 4 Maret 2025. Foto Dok. BNPB.

Wilayah Jabodetabek Dikepung Banjir

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media