Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengelolaan Limbah Radioaktif Borehole Disposal Harus Aman dan Tak Bocor

Rumah sakit dan industri adalah salah satu sumber limbah radioaktif di Indonesia. Borehole Disposal diyakini menjadi solusi pengelolaan limbah radioaktif yang aman.

Senin, 24 April 2023
A A
Ilustrasi masker pelindung dari paparan nulir. Foto Egonetix_xyz/pixabay.com.

Ilustrasi masker pelindung dari paparan nulir. Foto Egonetix_xyz/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Borehole Disposal (semacam poros sempit yang dibor masuk ke dalam tanah, baik secara vertikal maupun horizontal untuk pembuangan) semestinya dibangun di Indonesia. Tujuannya agar pengelolaan limbah radioaktif dapat tertangani dengan baik dan tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat.

Mengingat Indonesia banyak memanfaatkan sumber radioaktif yang dimiliki industri maupun rumah sakit. Kegiatan pemanfaatan teknologi nuklir tersebut menghasilkan limbah radioaktif yang harus dikelola dengan baik sesuai peraturan yang berlaku agar aman dan selamat bagi manusia dan lingkungan. Berdasarkan data Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), hingga tahun 2023 ada 5.089 buah sumber yang digunakan industri medis serta 8.455 buah sumber yang dimiliki industri non medis.

“Apalagi industri dan rumah sakit semakin berkembang. Tentunya akan semakin banyak sumber bekas yang harus dikelola sebaik mungkin,” kata Kepala Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTDBBNLR) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syaiful Bakhri saat membuka webinar bertema “Borehole Disposal Limbah Radioaktif: Pengembangannya di Dunia dan Potensinya di Indonesia” pada 14 April 2023.

Baca Juga: Walhi: Tak Ada Prioritas Keselamatan Lingkungan dalam RPJMN 2005-2025

Pembangunan Borehole Disposal di Indonesia untuk pengelolaan limbah sumber radioaktif terbungkus bekas atau Disused Sealed Radiactive Source (DSRS) diperlukan karena DSRS adalah salah satu jenis limbah radioaktif yang banyak dihasilkan dari kegiatan pemanfaatan teknologi nuklir di rumah sakit dan industri. Penyimpanan sementara DSRS menjumpai kesulitan, terutama terkait kondisi sumber, seperti umur paruh yang panjang, radiasi gamma cukup tinggi serta sistem storage tidak established. Apabila menggunakan disposal model konvensional akan menjadi mahal. Apabila dikembalikan ke negara asal atau ke pabriknya akan menjadi opsi yang cukup sulit.

“Jadi harus ada inovasi baru untuk menjawab semua kesulitan tersebut. Perlu ada disposal yang sustainable,” jelas Peneliti Ahli Utama BRIN, Sucipta.

Borehole Disposal dinilai tidak mahal secara ekonomi dan bisa dengan skala nasional yang kecil, tetapi bisa memenuhi persyaratan standar bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan. Juga bisa menahan atau menghindari terjadinya intrusi oleh pihak-pihak yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Gempa Dangkal 6,4 Magnitudo Guncang Wakatobi, BNPB Sebut Situasi Normal

Sucipta menambahkan, Borehole Disposal telah dikembangkan di beberapa negara di dunia, seperti Australia, Brazil, Bulgaria, Malaysia, Norwegia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat. Bahkan pada tahun 2020-2021, Indonesia telah melakukan studi untuk Borehole Disposal dalam hal geologi, geofisika, update data lingkungan, safety assessment, dan juga pembuatan SOP.

Menurut Sucipta, BRIN perlu melakukan strategi agar pembangunan Borehole Disposal di Indonesia dapat diterima masyarakat. Yakni dengan melakukan pendekatan berlapis, mulai dari pendekatan teknis, pendekatan sosial, pendekatan ekonomi dan lingkungan, sehingga masyarakat bisa menerimanya. Juga meyakinkan masyarakat akan selamat atau aman dari keberadaan Borehole di suatu tempat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan Pengawas Tenaga NuklirBorehole DisposalDisused Sealed Radiactive Sourcepengelolaan limbah radioaktif

Editor

Next Post
Peringatan tragedi 23 April 2021 yang represif di Wadas. Foto istimewa.

Represi Tragedi 234 di Wadas, Gempadewa Tuntut Tambang Andesit Dibatalkan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media