Selasa, 26 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengendalian Hama Padi Lewat Pengumpulan Telur dengan Teknologi PHT-Biointensif

IPB University menerapkan teknologi PHT-Biointensif untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman padi.

Minggu, 5 Mei 2024
A A
Salah satu hama tanaman padi adalah walang (belalang) sangit. Foto wanaloka.com.

Salah satu hama tanaman padi adalah walang (belalang) sangit. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu petani Kiarasari, Maman, 50 tahun mengaku bioimunisasi membuat perkecambahan lebih baik.

Baca Juga: 15 Warga Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan

“Bahkan yang tumbuh jauh lebih banyak. Saya jadi kelebihan bibit, sehingga banyak disumbangkan ke teman yang membutuhkan,” ujar dia.

Penggunaan teknologi tersebut juga membuat petani menghemat biaya karena hanya menggunakan pestisida sebanyak satu kali. Biasanya, ia bisa menyemprot tanaman hingga 10 kali.

“Teknologi ini juooss. Sayangnya banyak yang belum tahu saja. Jadi, teknologi ini harus disebarluaskan supaya petani lebih banyak yang tahu,” terang Vektor, 42 tahun, petani Ciasem Girang yang juga petani peserta program.

Baca Juga: Data UNESCO 44 Jurnalis Lingkungan Dibunuh dalam 15 Tahun

Menurut dia, teknologi bio-imunisasi benih tersebut memiliki pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan tanaman padi. Mulai dari persemaian yang daya perkecambahannya hampir mencapai 100 persen. Pertumbuhan bibit juga merata, akar tumbuh lebih lebat.

Dengan keandalan dan juga biaya yang murah, Suryo Wiyono meyakini teknologi itu siap untuk diterapkan pada skala yang lebih besar. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: hama padihama penggerek batangIPB UniversityKabupaten SubangPHT-Biointensiftelur hama

Editor

Next Post
Pusat gempa dangkal laut di Pulau Seram, wilayah Pantai Timur Laut Seram Bagian Timur, Maluku pada Senin, 6 Mei 2024, dengan magnitudo 6,1. Foto Google Earth berdasarkan koordinat episenter gempa BMKG.

Gempa Dangkal Laut 6,1 Magnitudo Guncang Pulau Seram Maluku

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media