Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengendalian Hama Padi Lewat Pengumpulan Telur dengan Teknologi PHT-Biointensif

IPB University menerapkan teknologi PHT-Biointensif untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman padi.

Minggu, 5 Mei 2024
A A
Salah satu hama tanaman padi adalah walang (belalang) sangit. Foto wanaloka.com.

Salah satu hama tanaman padi adalah walang (belalang) sangit. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu petani Kiarasari, Maman, 50 tahun mengaku bioimunisasi membuat perkecambahan lebih baik.

Baca Juga: 15 Warga Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan

“Bahkan yang tumbuh jauh lebih banyak. Saya jadi kelebihan bibit, sehingga banyak disumbangkan ke teman yang membutuhkan,” ujar dia.

Penggunaan teknologi tersebut juga membuat petani menghemat biaya karena hanya menggunakan pestisida sebanyak satu kali. Biasanya, ia bisa menyemprot tanaman hingga 10 kali.

“Teknologi ini juooss. Sayangnya banyak yang belum tahu saja. Jadi, teknologi ini harus disebarluaskan supaya petani lebih banyak yang tahu,” terang Vektor, 42 tahun, petani Ciasem Girang yang juga petani peserta program.

Baca Juga: Data UNESCO 44 Jurnalis Lingkungan Dibunuh dalam 15 Tahun

Menurut dia, teknologi bio-imunisasi benih tersebut memiliki pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan tanaman padi. Mulai dari persemaian yang daya perkecambahannya hampir mencapai 100 persen. Pertumbuhan bibit juga merata, akar tumbuh lebih lebat.

Dengan keandalan dan juga biaya yang murah, Suryo Wiyono meyakini teknologi itu siap untuk diterapkan pada skala yang lebih besar. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: hama padihama penggerek batangIPB UniversityKabupaten SubangPHT-Biointensiftelur hama

Editor

Next Post
Pusat gempa dangkal laut di Pulau Seram, wilayah Pantai Timur Laut Seram Bagian Timur, Maluku pada Senin, 6 Mei 2024, dengan magnitudo 6,1. Foto Google Earth berdasarkan koordinat episenter gempa BMKG.

Gempa Dangkal Laut 6,1 Magnitudo Guncang Pulau Seram Maluku

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media