Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penting, Pertolongan Pertama Psikologi Penyintas Pasca Bencana

Pasca bencana juga meninggalkan luka psikis bagi penyintas. Siapa saja yang bisa membantu memulihkannya?

Minggu, 13 November 2022
A A
Ilustrasi penyintas bencana. Foto hosny_salah/pixabay.com

Ilustrasi penyintas bencana. Foto hosny_salah/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

“PFA bukan hanya milik profesional karena sifatnya bukan konseling. Jadi keluarga, tetangga, tim respon cepat, dan relawan bisa memberikan dukungan,” lanjut Wakil Dekan III Fakultas Psikologi ini.

Ada dua hal penting yang mesti diperhatikan dalam memberikan dukungan PFA. Pertama, PFA sebaiknya diberikan sesegera mungkin ketika krisis terjadi, baik pada masa tanggap darurat maupun kontak pertama. Kedua, pilih lokasi yang jauh dari lokasi kejadian. Bahkan apabila tidak memungkinkan tatap muka dapat melalui Tele-PFA.

Para penyintas bencana yang memerlukan dukungan PFA ditandai dengan menunjukkan gejala emosi atau stres yang umum dialami penyintas bencana. Reaksi tersebut terlihat secara fisik, seperti gemetar, sakit kepala, gangguan tidur. Kemudian secara emosi seperti cemas, takut, marah. Dan gangguan pikiran seperti bingung, sulit konsentrasi, mudah lupa. Sedangkan gejala pada perilaku adalah menarik diri, tidak bisa membuat keputusan.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Juragan Kebun Kopi Vorstenlanden Lewat Film

Ada empat prinsip bantuan psikologis awal. Pertama, prepare yakni mempelajari peristiwa bencana dengan memperhatikan standar keselamatan dan keamanan. Kedua, look yaitu memetakan siapa yang paling darurat berdasarkan reaksi stres. Ketiga, listen yaitu mendengarkan kebutuhan atau keluhan penyintas. Keempat, link adalah mengarahkan pada sistem bantuan sosial.

“Kita menyediakan diri untuk mendengarkan mereka. Kalau mereka tidak bercerita ya tidak apa. Kita ada di situ saja memberi rasa nyaman dan membantu menenangkan,” papar dosen psikologi klinis itu. [WLC02]

Sumber: Universitas Airlangga

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencanaBencana Hidrometeorologipenyintas bencanapertolongan pertama psikologiPFArisiko bencanaUnair

Editor

Next Post
Desain baju dari kain lurik karya Dosen UNY, Afif Ghurub Bestari. Foto uny.ac.id

Mengenal Kain Lurik, Tak Sekadar Kain Bergaris

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media