Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Percepatan Sistem Peringatan Dini Global, Melindungi Korban dari Perubahan Iklim

Jumat, 31 Oktober 2025
A A
BMKG mengaktifkan peringatan dini tsunami dampak gempa di Laut Filipina magnitudo 7,6 (update 7,4) pada Jumat, 10 Oktober 2025. Foto tangkap layar bmkg.go.id.

BMKG mengaktifkan peringatan dini tsunami dampak gempa di Laut Filipina magnitudo 7,6 (update 7,4) pada Jumat, 10 Oktober 2025. Foto tangkap layar bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam pemaparannya, Dwikorita menilai bahwa transisi dari early warning menuju early action hanya dapat terwujud jika sistem peringatan dini multi-bahaya (Multi-Hazard Early Warning System/MHEWS) diperkuat secara berkelanjutan.

Dikatakannya, BMKG terus mengembangkan sistem peringatan dini yang terintegrasi dan berbasis risiko, sehingga setiap prakiraan cuaca ekstrem, gelombang tinggi, atau potensi bahaya lainnya dapat segera direspons dengan langkah mitigasi konkret sebelum dampaknya meluas.

Selain percepatan EW4All, Kongres ini juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca dan mempersempit kesenjangan digital, khususnya di wilayah tropis dan kepulauan yang masih terbatas dalam data observasi.

Baca juga: Reza Cordova, Cemaran Mikroplastik Terindikasi dalam Udara di 18 Kota Pesisir di Indonesia

“Integrasi AI dalam sistem prakiraan global diharapkan mampumempercepat deteksi, memperluas jangkauan layanan, dan memperkuat kemampuan negara-negara berkembang untukmengambil keputusan berbasis bukti ilmiah,” kata Dwikorita dalam siaran pers BMKG, Jumat, 31 Oktober 2025.

Dalam Kongres Luar Biasa Organisasi Meteorologi Dunia dihasilkan Resolusitentang Implementasi Monitoring Gas Rumah Kaca Global (Global Greenhouse Watch). Dalam penyusunan resolusi tersebut, delegasi Indonesia memberikan masukan penting agar keseimbangan antara koordinasi global dan kemampuan implementasi pada tingkat negara untuk terlaksana.

Kepala BMKG menekankan bahwa penguatan kapasitas negara anggota, interoperabilitas data, dan kesetaraan akses terhadap infrastruktur observasi menjadi prasyarat utama dalam mewujudkan sistem pemantauan global yang berkeadilan.

Kongres WMO juga menyoroti penguatan WMO Coordination Mechanism (WCM) sebagai wadah kolaborasi global untuk mendukung kesiapsiagaan di negara-negara yang rentan dan terdampak konflik melalui dukungan teknis dan peningkatan interoperabilitas sistem nasional dan regional.

Baca juga: Ikhtiar Petani Gunungkidul Menjaga Pangan Lokal yang Terancam Ditinggalkan

Tahun 2025 juga menandai 75 tahun berdirinya WMO, sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh negara anggota untuk menata masa depan sistem peringatan global yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan iklim.

“Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat pembangunan sistem peringatan dini multi bahaya yang tangguh, inklusif, dan berbasis tindakan nyata. Upaya ini bukan hanya untukmeningkatkan kapasitas nasional, tetapi juga memperkuatkolaborasi regional di bawah WMO Regional Association V (South-West Pacific),” imbuh Dwikorita. [Soetana Monang Hasibuan]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bencana Hidrometeorologiearly warning systemKepala BMKG Dwikorita KarnawatiKongres Organisasi Meteorologi Duniaperubahan iklimSistem peringatan dini

Editor

Next Post
Rambu evakuasi tsunami di Bandara YIA. Foto bmkg.go.id.

Peringatan Dini Tsunami Dipercepat Maksimal 3 Menit Setelah Gempa

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media