Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Reza Cordova, Cemaran Mikroplastik Terindikasi dalam Udara di 18 Kota Pesisir di Indonesia

Hujan itu tidak berbahaya. Yang berbahaya justru perilaku manusia yang membuang sampah dan memproduksi plastik tanpa pengelolaan.

Selasa, 28 Oktober 2025
A A
Peneliti BRIN, M. Reza Cordova menjelaskan asal muasal mikroplastik dalam air hujan. Foto Dok. Sekolah Air Hujan.

Peneliti BRIN, M. Reza Cordova menjelaskan asal muasal mikroplastik dalam air hujan. Foto Dok. Sekolah Air Hujan.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Fenomena cemaran mikroplastik dalam air hujan hasil riset peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Reza Cordova kembali menjadi sorotan. Hasil penelitian lanjutan yang dilakukan di 18 kota pesisir di Indonesia juga menunjukkan ada indikasi serupa.

Temuan ini memperkuat dugaan, bahwa fenomena mikroplastik di atmosfer telah meluas, tidak hanya di kota-kota besar. Sekaligus peringatan bagi seluruh masyarakat untuk lebih serius menjaga lingkungan.

“Indonesia adalah cerminan dunia. Jika kita tidak mengelola plastik dan limbah dengan benar hari ini, generasi mendatanglah yang akan menanggung akibatnya,” tegas Reza saat berbincang dengan pendiri Sekolah Air Hujan – Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih di sela acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang berlangsung 6-10 November 2025.

Baca juga: Walhi Pastikan Target Iklim Second NDC Indonesia Semu, Gagal Menjawab Keadilan Iklim

Sebab persoalan lingkungan bukan sekadar isu kebersihan, melainkan juga cermin dari tingkat peradaban manusia. Menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan bersama.

“Setiap sampah yang kita buang sembarangan akan kembali kepada kita, entah lewat udara, air, atau tanah,” imbuh dia.

Sebelumnya, temuan partikel plastik yang terbawa dan terendap bersama air hujan merupakan hasil risetnya di wilayah Jakarta Utara.

Baca juga: Hutan Ulu Masen di Aceh Jadi Lokasi Riset Aksi Atasi Konflik Gajah dan Manusia

Reza mengisahkan, penelitian berawal secara tidak sengaja, karena ia tidak meneliti bidang plastik. Namun karena bidang lain sudah banyak dikaji dan pencemaran di berbagai sektor semakin meningkat, ia akhirnya menekuni riset mengenai mikroplastik.

“Awalnya hanya kebetulan, tetapi semakin lama justru semakin dalam,” kata dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Air Hujanpartikel plastikSekolah Air Hujantercemar mikroplastik

Editor

Next Post
Kayu sagu laminasi. Foto Dok. Direktorat PUI UGM.

Kayu Laminasi, Solusi Keterbatasan Kayu Solid Akibat Alih Fungsi Hutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 bertema “Bridging the Landscape: Readiness & Viability in Indonesia’s Net Zero Steel Ecosystem”, 7 Mei 2026. Foto ITB.Teknologi Hidrogen Menuju Ekosistem Baja Rendah Karbon di Indonesia
    In IPTEK
    Jumat, 8 Mei 2026
  • Industri wisata On The Rock di bangun di atas karst Gunungsewu, Gunungkidul, Selasa, 6 Mei 2026. Foto Pito Agustin/wanaloka.com.Walhi Yogya Ingatkan, Sanksi Denda Industri Wisata di KBAK Gunungsewu Tak Membuat Jera
    In News
    Kamis, 7 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media