Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peringati Hari Meteorologi Sedunia, Sekjen PBB Sebut Ulah Manusia Dampak Iklim Semakin Buruk

Sekjen PBB António Guterres menyatakan, gangguan iklim yang disebabkan manusia sekarang merusak setiap wilayah. Peningkatan pemanasan global semakin meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem.

Rabu, 23 Maret 2022
A A
Bencana banjir dan longsor melanda 11 kecamatan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabuu, 16 Maret 2022. Foto Dok BNPB.

Bencana banjir dan longsor melanda 11 kecamatan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabuu, 16 Maret 2022. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Bencana hidrometeorologi adalah fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer, air atau lautan. Contoh bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia di antaranya yaitu, kekeringan, badai petir, banjir, angin kencang, longsor, dan puting beliung.

Berdasarkan data BNPB jumlah kejadian bencana hidrometeorologi di Indonesia pada 2021 meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan meningkatnya aktivitas manusia dan kerusakan lingkungan hidup.

Bencana hidrometeorologi menimbulkan dampak di berbagai sektor di antaranya, sektor permukiman, kesehatan, lingkungan hidup dan kehutanan, pertanian dan perkebunan, transportasi, pariwisata, dan sektor lainnya.

Baca Juga: Walhi: Make Mercury History Hanya Jadi Jargon Apabila Tak Sentuh Akar Masalah

“Untuk mengurangi dampak risiko bencana hidrometeorologi, perlu adanya peran aktif dan berkelanjutan yang diterapkan oleh semua pihak baik dari pemerintah, lembaga, media serta masyarakat. Aksi mitigasi bencana hidrometeorologi diharapkan mampu menjaga kestabilan alam, lingkungan, dan kehidupan umat manusia,” cuit @infoBMKG dalam utas memperingati Hari Meteorologi Sedunia dengan mengkampanyekan #AksiMitigasiBencanaHidrometeorologi #BMKGTanggapBencana.

Sejarah Organisasi Meteorologi Dunia

Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) secara resmi berdiri pada 23 Maret 1950. Organisasi ini merupakan badan spesialisasi meteorologi yang bernaung di bawah PBB.

WMO merupakan organisasi antar-pemerintah dengan jumlah anggota 193 negara.

Cikal bakal WMO berakar dari International Meteorological Organization (IMO) yang dibentuk pada 1873 di Wina, kemudian dikonvensi PBB menjadi WMO pada 23 Maret 1950.

Baca Juga: Pakar Oseanografi: Air Laut Bisa Jadi Solusi Krisis Air Bersih di Indonesia

Meteorologi berasal dari bahasa Yunani meteorosatau ruang atas (atmosfer), dan logos atau ilmu. Meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan membahas gejala perubahan cuaca yang berlangsung di atmosfer.

Meteorologi di Indonesia

Sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia dimulai pada 1841, diawali dengan pengamatan yang dilakukan secara perorangan oleh Dr. Onnen, Kepala Rumah Sakit di Bogor.

Tahun demi tahun kegiatannya berkembang sesuai dengan semakin diperlukannya data hasil pengamatan cuaca dan geofisika.

Dilansir dari laman mkg.itera.ac.id, pada 1866, Pemerintah Hindia Belanda membentuk dan meresmikan instansi pengamatan meteorologi dengan nama instansi Magnetisch en Meteorologisch Observatorium atau Observatorium Magnetik dan Meteorologi dipimpin oleh Dr. Bergsma.

Baca Juga: Solusi Bau Mulut Akibat Faktor Bawaan: Gosok Gigi dan Gosok Lidah

Kemudian pada 1879 Pemerintah Hindia Belanda membangun 74 stasiun pengamatan penakar hujan di Pulau Jawa.

Pada 1902 pengamatan medan magnet bumi dipindahkan dari Jakarta ke Bogor. Sedangkan pengamatan gempa bumi dimulai pada 1908 dengan pemasangan komponen horisontal seismograf Wiechert di Jakarta, sedangkan pemasangan komponen vertikal dilaksanakan pada 1928. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bencana HidrometeorologiBMKGCuaca Ekstremhari meteorologi seduniamitigasi bencanaOrganisasi Meteorologi DuniaPBBperingatan dini cuacaperubahan iklimSekjen PBB António GuterresSistem peringatan diniWorld Meteorological Organization

Editor

Next Post
Presiden Joko Widodo menanam pohon di titik nol IKN. Foto menlhk.go.id.

Pakar Kehutanan dan Bank Dunia: Konsep Forest City IKN Perlu Partisipasi Masyarakat

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media