Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pesan Pakar Kelautan, Risiko Rip Current Berkurang dengan Membuat Peta Bahaya

Berdasarkan data statistik, kejadian kematian akibat rip current cukup tinggi, baik di Amerika maupun Asia, termasuk Indonesia.

Sabtu, 15 Februari 2025
A A
Ilustrasi wisata pantai. Foto davidvives90/pixabay.com.

Ilustrasi wisata pantai. Foto davidvives90/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

I Wayan mengimbau agar wisatawan selalu berenang di area yang diawasi penjaga pantai. Selain itu, perlu mengenali tanda-tanda bahaya akibat arus rabak, seperti perubahan warna air atau celah yang tampak jelas pada gelombang yang pecah.

Risiko ini bisa dikurangi dengan membuat peta bahaya arus rabak. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain memetakan lokasi arus rabak, memasang rambu-rambu, menyiapkan dan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan penjaga pantai (coast guard), serta mengedukasi pengunjung sebelum turun ke laut.

Baca juga: Kampus Unpad Punya Teknik Geologi, Tak Serta Merta Tertarik Mengelola Tambang

Apa yang dilakukan apabila terjebak dalam arus rabak?

I Wayan meminta agar tetap tenang dan jangan melawan arus. Berenang sejajar dengan pantai hingga keluar dari jalur arus deras.

“Jika tidak bisa meloloskan diri, mengapunglah dalam posisi terlentang untuk menghemat energi sambil memberi isyarat meminta pertolongan,” tutur dia.

Sebelumnya, Rip Current telah menyeret 13 siswa di Pantai Drini ke tengah laut. Empat di antaranya meninggal dunia setelah terjebak dalam arus rabak. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: arus rabakGuru Besar Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Yonvitnerpeta bahayarip current

Editor

Next Post
Seekor burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang merupakan jenis satwa liar dilindungi, disita dari tersangka LN. Foto ppid.menlhk.go.id

Perdagangan Satwa Liar Marak Sebab Masih Ada Pasarnya

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media