Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

PLTS Terapung Cirata Pasok Energi Bersih Sistem Kelistrikan untuk Jawa dan Bali

Kamis, 9 November 2023
A A
Peresmian PLTS Terapung Cirata. Foto Dok. BPMI Setpres.

Peresmian PLTS Terapung Cirata. Foto Dok. BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Presiden Joko Widodo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang berada di area waduk seluas 200 hektare di Purwakarta, Jawa Barat pada 9 November 2023. Jokowi mengklaim PLTS berkapasitas 192 MWp tersebut merupakan PLTS terapung paling besar di Asia Tenggara.

“Hari ini adalah hari bersejarah karena mimpi besar kita untuk membangun pembangkit energi baru terbarukan dalam skala besar bisa terlaksana. PLTS terapung paling besar di Asia Tenggara dan nomor 3 di dunia,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

PLTS Terapung Cirata disebut salah satu upaya mewujudkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi sumber energi pembangkit listrik di Indonesia. Keberadaannya yang berdampingan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata juga menjadi keunikan tersendiri. Mengingat di Cirata sudah ada PLTA berkapasitas 1.000 MW, kemudian ditambah PLTS terapung sebesar 192 MWp.

Baca Juga: HKAN 2023, Menteri Siti Ingatkan Manusia Menjaga dan Hidup Selaras dengan Alam

Jokowi mengatakan keberadaan PLTS sebagian besar dimanfaatkan untuk mendukung keperluan industri energi hijau.

“Sebab semuanya pengin mendapatkan produk-produk premium dari green energy,” tutur Jokowi.

Menteri Energi Sumber Daya Manudia (ESDM) Arifin Tasrif menambahkan, proyek PLTS Terapung Cirata akan menjadi etalase percepatan transisi energi untuk mendukung pencapaian menuju Net Zero Emission (NZE). PLTS tersebut akan memberikan kontribusi terhadap NZE sebesar 245 GWh per tahun dan mengurangi emisi sebesar 214.000 ton per tahun.

Baca Juga: Gempa 7,2 Magnitudo Laut Banda Picu Tsunami Minor, Gempa Susulan Cukup Tinggi

“Kapasitas PLTS terapung itu bisa dikembangkan lebih besar lagi. Total potensi maksimum mencapai sekitar 1,2 GWp apabila memanfaatkan 20 persen dari luas total waduk Cirata,” tutur Arifin.

Pengembangan pembangkit solar PV skala besar tersebut bisa menjadi daya tarik industri untuk membuat bahan baku solar PV.

“Harapannya, bahan baku ke depan bisa dikembangkan di Indonesia supaya TKDN-nya bisa full,” kata Arifin.

Baca Juga: Dulu Info Gempa Bumi Menunggu Berjam-jam, Sekarang Cepat Lewat SOP InaTEWS

PLTS Terapung Cirata merupakan hasil kolaborasi dua negara, yakni Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA), yang melibatkan subholding PLN Nusantara Power dengan Masdar dari UEA. Untuk mendorong pengembangan PLTS terapung di Indonesia diperlukan sinergi antar semua pihak. Kerja sama dengan mitra internasional menjadi penting agar dapat membuka akses terhadap pendanaan energi bersih dan proven technology.

Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA Thani bin Ahmed Al Zeyoudi berharap kolaborasi Indonesia dan UEA semakin solid ke depan.

“Proyek solar terapung Cirata merupakan tonggak sejarah bagi UEA untuk Indonesia dan Asia Tenggara karena menjadi PLTS Terapung terbesar di Asia Tenggara dan membuka potensi energi bersih Indonesia yang luar biasa besar,” imbuh Thani.

Baca Juga: Pilihlah Bangunan Kayu karena Renewable dan Menyerap Karbon

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: energi baru terbarukanenergi hijauKementerian ESDMnet zero emissionsPLTS Terapung CirataPresiden Joko Widodo

Editor

Next Post
Ilustrasi Festival Panen Kopi Gayo. Foto Istimewa.

Festival Panen Kopi Gayo 2023 Wadah Petani Bagi Ilmu Ketahanan Pangan

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media