Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

PLTS Terapung Cirata Pasok Energi Bersih Sistem Kelistrikan untuk Jawa dan Bali

Kamis, 9 November 2023
A A
Peresmian PLTS Terapung Cirata. Foto Dok. BPMI Setpres.

Peresmian PLTS Terapung Cirata. Foto Dok. BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Presiden Joko Widodo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang berada di area waduk seluas 200 hektare di Purwakarta, Jawa Barat pada 9 November 2023. Jokowi mengklaim PLTS berkapasitas 192 MWp tersebut merupakan PLTS terapung paling besar di Asia Tenggara.

“Hari ini adalah hari bersejarah karena mimpi besar kita untuk membangun pembangkit energi baru terbarukan dalam skala besar bisa terlaksana. PLTS terapung paling besar di Asia Tenggara dan nomor 3 di dunia,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

PLTS Terapung Cirata disebut salah satu upaya mewujudkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi sumber energi pembangkit listrik di Indonesia. Keberadaannya yang berdampingan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata juga menjadi keunikan tersendiri. Mengingat di Cirata sudah ada PLTA berkapasitas 1.000 MW, kemudian ditambah PLTS terapung sebesar 192 MWp.

Baca Juga: HKAN 2023, Menteri Siti Ingatkan Manusia Menjaga dan Hidup Selaras dengan Alam

Jokowi mengatakan keberadaan PLTS sebagian besar dimanfaatkan untuk mendukung keperluan industri energi hijau.

“Sebab semuanya pengin mendapatkan produk-produk premium dari green energy,” tutur Jokowi.

Menteri Energi Sumber Daya Manudia (ESDM) Arifin Tasrif menambahkan, proyek PLTS Terapung Cirata akan menjadi etalase percepatan transisi energi untuk mendukung pencapaian menuju Net Zero Emission (NZE). PLTS tersebut akan memberikan kontribusi terhadap NZE sebesar 245 GWh per tahun dan mengurangi emisi sebesar 214.000 ton per tahun.

Baca Juga: Gempa 7,2 Magnitudo Laut Banda Picu Tsunami Minor, Gempa Susulan Cukup Tinggi

“Kapasitas PLTS terapung itu bisa dikembangkan lebih besar lagi. Total potensi maksimum mencapai sekitar 1,2 GWp apabila memanfaatkan 20 persen dari luas total waduk Cirata,” tutur Arifin.

Pengembangan pembangkit solar PV skala besar tersebut bisa menjadi daya tarik industri untuk membuat bahan baku solar PV.

“Harapannya, bahan baku ke depan bisa dikembangkan di Indonesia supaya TKDN-nya bisa full,” kata Arifin.

Baca Juga: Dulu Info Gempa Bumi Menunggu Berjam-jam, Sekarang Cepat Lewat SOP InaTEWS

PLTS Terapung Cirata merupakan hasil kolaborasi dua negara, yakni Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA), yang melibatkan subholding PLN Nusantara Power dengan Masdar dari UEA. Untuk mendorong pengembangan PLTS terapung di Indonesia diperlukan sinergi antar semua pihak. Kerja sama dengan mitra internasional menjadi penting agar dapat membuka akses terhadap pendanaan energi bersih dan proven technology.

Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA Thani bin Ahmed Al Zeyoudi berharap kolaborasi Indonesia dan UEA semakin solid ke depan.

“Proyek solar terapung Cirata merupakan tonggak sejarah bagi UEA untuk Indonesia dan Asia Tenggara karena menjadi PLTS Terapung terbesar di Asia Tenggara dan membuka potensi energi bersih Indonesia yang luar biasa besar,” imbuh Thani.

Baca Juga: Pilihlah Bangunan Kayu karena Renewable dan Menyerap Karbon

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: energi baru terbarukanenergi hijauKementerian ESDMnet zero emissionsPLTS Terapung CirataPresiden Joko Widodo

Editor

Next Post
Ilustrasi Festival Panen Kopi Gayo. Foto Istimewa.

Festival Panen Kopi Gayo 2023 Wadah Petani Bagi Ilmu Ketahanan Pangan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media