Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dulu Info Gempa Bumi Menunggu Berjam-jam, Sekarang Cepat Lewat SOP InaTEWS

Sebelum teknologi berkembang, pencatatan dan pengiriman informasi tentang gempa bumi butuh waktu lama.

Rabu, 8 November 2023
A A
Ilustrasi pencatatan dan penyampaian info gempa bumi. Foto psc631798/pixabay.com.

Ilustrasi pencatatan dan penyampaian info gempa bumi. Foto psc631798/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebelum ada Standard Operating Procedure (SOP) automatic processing gempa bumi dan tsunami, Indonesia belum mempunyai sistem peringatan dini. Masa itu, jumlah sensor seismograph yang beroperasi dengan baik kurang lebih hanya 20 buah. Cara analisanya pun masih semi manual dengan menggunakan penggaris, jangka, pensil, busur derajat.

“Bahkan komputernya masih sangat jadul,” ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam pidato sambutan saat membuka Forum Group Discussion (FGD) SOP InaTEWS yang diadakan Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG di Hotel Mercure, Jakarta pada 8 November 2023.

Lebih lanjut Dwikorita menyampaikan, saat itu BMKG belum bisa memberikan informasi pusat gempa bumi terjadi dalam waktu yang singkat. Melainkan mesti menunggu beberapa jam baru bisa mengetahui dimana gempa bumi yang disertai tsunami telah terjadi dan ribuan orang meninggal.

Baca Juga: Pilihlah Bangunan Kayu karena Renewable dan Menyerap Karbon

“Itu pun melalui berita di media televisi,” imbuh Dwikorita

Barulah pada tahun 2006 dibangun sistem peringatan dini tsunami. Sistem tersebut merupakan kesadaran dalam menyampaikan informasi gempa bumi dan tsunami secara cepat kepada masyarakat.

Sistem tersebut mulai beroperasi pada tahun 2008. Itu pun hanya beberapa puluh sensor seismograph yang di desain khusus untuk memberikan informasi peringatan dini gempa bumi Megathrust dan tsunami.

Baca Juga: Moratorium Izin Tambang DAS Progo, Walhi Yogya: Awal Pemulihan Lingkungan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gempa bumi dan tsunamiKepala BMKG Dwikorita Karnawatisistem peringatan dini gempa bumiSOP InaTEWS

Editor

Next Post
Pusat gempa 7,2 magnitudo di Laut Banda, Maluku, yang memicu tsunami minor terjadi pada Rabu, 8 November 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Gempa 7,2 Magnitudo Laut Banda Picu Tsunami Minor, Gempa Susulan Cukup Tinggi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media