Minggu, 18 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prodi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati UGM yang Pertama di Asia

Kamis, 24 April 2025
A A
Ilustrasi penelitian tentang keanekaragaman hayati. Foto UGM.

Ilustrasi penelitian tentang keanekaragaman hayati. Foto UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Program Studi (Prodi) Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH) Fakultas Biologi UGM secara resmi terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang berlaku selama lima tahun. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan PKKH sebagai program studi profesi pertama di Asia dan kedua di dunia yang secara khusus mendidik dan menyiapkan Kurator Keanekaragaman Hayati.

“Biokurator Keanekaragaman Hayati di Fakultas Biologi UGM adalah yang pertama dan satu-satunya di Asia,” ujar Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, Kamis, 24 April 2025.

Mahasiswa yang mengikuti prodi ini akan menjalani pendidikan selama satu tahun atau dua semester. Lulusannya akan memperoleh gelar Kur.Biodiv. atau Bio.Cur. dalam Bahasa Inggris.

Baca juga: Dulu Penambang, Kini Berperan dalam Konservasi Kawasan Karst Gunung Sewu

Budi berharap prodi ini dapat menjangkau seluruh kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia, baik di darat dan di laut. Prodi ini juga diklaim bisa melahirkan kurator atau ahli-ahli yang kompeten dalam mengamankan, mendata, menganalisis, dan memetakan tren ke depan dari keanekaragaman hayati di Indonesia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan Akreditasi Nasional Perguruan TinggiFakultas Biologi UGMkeanekaragaman hayatiProfesi Kurator Keanekaragaman Hayati

Editor

Next Post
Riset radar cuaca nonpolarimetrik dimulai sejak tahun 2020, dan kini mendekati Technology Readiness Level (TRL). Foto BMKG.

BMKG Lakukan Pengembangan Radar Cuaca Nonpolarimetrik

Discussion about this post

TERKINI

  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media