Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prodi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati UGM yang Pertama di Asia

Kamis, 24 April 2025
A A
Ilustrasi penelitian tentang keanekaragaman hayati. Foto UGM.

Ilustrasi penelitian tentang keanekaragaman hayati. Foto UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Program Studi (Prodi) Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH) Fakultas Biologi UGM secara resmi terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang berlaku selama lima tahun. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan PKKH sebagai program studi profesi pertama di Asia dan kedua di dunia yang secara khusus mendidik dan menyiapkan Kurator Keanekaragaman Hayati.

“Biokurator Keanekaragaman Hayati di Fakultas Biologi UGM adalah yang pertama dan satu-satunya di Asia,” ujar Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, Kamis, 24 April 2025.

Mahasiswa yang mengikuti prodi ini akan menjalani pendidikan selama satu tahun atau dua semester. Lulusannya akan memperoleh gelar Kur.Biodiv. atau Bio.Cur. dalam Bahasa Inggris.

Baca juga: Dulu Penambang, Kini Berperan dalam Konservasi Kawasan Karst Gunung Sewu

Budi berharap prodi ini dapat menjangkau seluruh kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia, baik di darat dan di laut. Prodi ini juga diklaim bisa melahirkan kurator atau ahli-ahli yang kompeten dalam mengamankan, mendata, menganalisis, dan memetakan tren ke depan dari keanekaragaman hayati di Indonesia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan Akreditasi Nasional Perguruan TinggiFakultas Biologi UGMkeanekaragaman hayatiProfesi Kurator Keanekaragaman Hayati

Editor

Next Post
Riset radar cuaca nonpolarimetrik dimulai sejak tahun 2020, dan kini mendekati Technology Readiness Level (TRL). Foto BMKG.

BMKG Lakukan Pengembangan Radar Cuaca Nonpolarimetrik

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media