Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Lakukan Pengembangan Radar Cuaca Nonpolarimetrik

Jumat, 25 April 2025
A A
Riset radar cuaca nonpolarimetrik dimulai sejak tahun 2020, dan kini mendekati Technology Readiness Level (TRL). Foto BMKG.

Riset radar cuaca nonpolarimetrik dimulai sejak tahun 2020, dan kini mendekati Technology Readiness Level (TRL). Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendorong percepatan pengembangan radar cuaca nonpolarimetrik sebagai solusi teknologi yang dapat memperkuat jaringan pengamatan cuaca nasional.

Plt Kepala Pusat Standardisasi Instrumen MKG, Rahmat Triyono mengatakan bahwa riset radar cuaca nonpolarimetrik ini telah dimulai sejak tahun 2020, dan kini telah mendekati Technology Readiness Level (TRL) atau Tingkat Kesiapan Teknologi level 7.

“Fokus utama ke depan adalah menyelesaikan proses sertifikasi, termasuk Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan sertifikasi sistem. Target di tahap ketiga ini adalah menjadikan sistem radar berjalan secara utuh, konsisten, dan siap dioperasionalkan,” kata Rahmat.

Baca Juga: Prodi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati UGM yang Pertama di Asia

Hal ini disampaikan Rahmat dalam Focus Group Discussion (FGD),  merupakan bagian dari program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) pada Kamis, 24 April 2025, yang dibuka Plt Sekretaris Utama BMKG, Guswanto. Riset ini didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

FGD turut dihadiri oleh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Kepala Biro SDM BMKG, Kepala UPT BMKG di wilayah Yogyakarta, Tim riset dari BRIN dan BMKG, serta mitra industri. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengulas kemajuan riset radar cuaca nonpolarimetrik dan menyusun strategi keberlanjutan pengembangannya.

Guswanto menekankan pentingnya dokumentasi menyeluruh terhadap seluruh proses riset.

“Setiap capaian maupun kendala dalam proses riset ini harus terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga: Dulu Penambang, Kini Berperan dalam Konservasi Kawasan Karst Gunung Sewu

Ia juga mengapresiasi kinerja tim periset yang dinilai telah menunjukkan hasil memuaskan. Radar ini diharapkan dapat melengkapi jaringan pengamatan radar cuaca BMKG dalam mendukung pencapaian Rencana Strategis (Renstra) BMKG 2025–2030.

Kegiatan ini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya dan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan sistem peringatan dini di Indonesia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana HidrometeorologiBMKGMitigasi Bencana HidrometeorologiRadar Cuaca Nonpolarimetrik

Editor

Next Post
Fotografer lepas, Agung Baskoro. Foto Dok. Pribadi.

Agung Baskoro, Memotret Masyarakat Adat Halmahera yang Terpinggirkan Tambang Nikel

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media