Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prototipe Peringatan Dini Bencana yang Dapat Dikendalikan Jarak Jauh

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mempercepat proses respons ketika parameter cuaca menunjukkan anomali.

Senin, 8 Desember 2025
A A
Muhammad Syamsudin dan prototipe alat peringatan dini bencana. Foto Humas BMKG.

Muhammad Syamsudin dan prototipe alat peringatan dini bencana. Foto Humas BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah IV Makassar memperkenalkan prototipe alat peringatan dini bencana yang berbiaya rendah dan dapat diimplementasikan di berbagai wilayah rawan bencana di Sulawesi Selatan. Inovasi ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, menyusul sering terjadinya banjir dan kejadian hidrometeorologi di daerah hulu dan kawasan berisiko lainnya.

Tujuan pengembangan prototipe itu untuk menghadirkan solusi praktis yang dapat ditempatkan di wilayah terdampak atau daerah yang berpotensi mengalami bencana, termasuk kawasan di Sulawesi Selatan. Perangkat ini dikembangkan beberapa tahun terakhir yang diklaim mampu mendeteksi berbagai parameter cuaca penting.

Tim teknis Infrastruktur MKG BBMKG Wil IV Makassar, Muhammad Syamsudin menjelaskan sistem yang dikembangkan ini merupakan stasiun pemantauan cuaca otomatis (Automatic Weather Station) yang tangguh dan mandiri. Sistem ini mampu mengukur parameter cuaca utama yang terdiri dari Suhu, Kelembaban, Tekanan Udara, Arah Angin, Kecepatan Angin, Curah Hujan, dan Radiasi Matahari.

Baca juga: Bambang Hero, 1-2 Pohon Tumbang Itu Alami, Kalau Akibatkan Longsor Itu Ulah Manusia

Dapat dikontrol jarak jauh

Sistem ini juga dilengkapi kemampuan diagnostik internal canggih, meliputi pemantauan tegangan baterai, tegangan solar panel, tegangan operasional, konsumsi arus total, suhu prosesor, kondisi RAM, serta kapasitas penyimpanan.

“Kelengkapan ini memastikan sistem dapat beroperasi secara mandiri dan mendukung deteksi serta diagnosis masalah secara real-time,” kata Syamsudin, Kamis, 4 Desember 2025.

Seluruh data dikirim secara otomatis ke server pusat melalui sistem komunikasi berbasis VPN, sehingga pemantauan dapat dilakukan dari kantor tanpa harus mendatangi lokasi secara langsung. Teknologi ini memungkinkan troubleshooting jarak jauh ketika ditemukan gangguan, meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat respons teknis.

Baca juga: Pertambangan Pasir Mengikis Benteng Alami Penahan Tsunami di Selatan Jawa

Keunggulan lain dari prototipe ini adalah proses pengembangan yang sepenuhnya dilakukan secara mandiri. Tim memanfaatkan printer tiga dimensi untuk merakit seluruh struktur perangkat, serta merancang sendiri komponen elektronik berbasis Analog to Digital Converter (ADC) yang dapat mendukung berbagai sensor yang tersedia.

“Selain fleksibel, biaya produksinya pun sangat hemat karena diproduksi disendiri,” imbuh dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana HidrometeorologiBMKG Makassarmitigasi bencanaPrototipe Peringatan Dini BencanaRemote Monitoring

Editor

Next Post
Padang lamun. Foto ugm.ac.id.

Peta Karang dan Padang Lamun Jadi Landasan Ilmiah Pengelolaan Laut Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media