Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

PTM Masa Pandemi, Dokter Anak: Idealnya Komponen Sekolah Telah Vaksinasi 100 Persen

Dokter Anak Indonesia (DAI) mengingatkan terpenuhinya persyaratan pihak sekolah untuk menggelar PTM 100 persen maupun PTM terbatas. Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir dan virusnya terus bermutasi.

Kamis, 13 Januari 2022
A A
Ilustrasi karantina Covid-19. Foto ELG21/pixabay.com.

Ilustrasi karantina Covid-19. Foto ELG21/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bayang-bayang dampak penyebaran varian Omicron yang menular beberapa kali lipat ketimbang varian Delta perlahan mulai dirasakan di Indonesia. Jumlah kasus Covid-19 pun merangkak naik. Berasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus per 12 Januari 2022 sebanyak 646 kasus positif dari 273.806 spesimen, naik menjadi 793 kasus positif dari 278.266 spesimen. Sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di sejumlah daerah mulai diberlakukan, sebagian lagi PTM terbatas.

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Nasional Diponegoro Universitas Diponegoro, Amallia Nuggetsiana Setyawati menyampaikan rekomendasi dari Dokter Anak Indonesia (DAI) yang mensyaratkan, idealnya penerapan PTM di sekolah-sekolah apabila seluruh komponen sudah divaksinasi 100 persen. Sedangkan ideal untuk siswa adalah yang sudah divaksin dan tidak ada komorbiditas.

“Hak mendapatkan pendidikan itu penting. Namun lebih penting hak untuk mendapatkan hidup dan hak kesehatan,” kata Amalia sebagaimana dilansir dari laman undip.ac.id, Sabtu, 8 Januari 2022.

Baca Juga: PTM 100 Persen, Ini Persiapan Anak Jelang Vaksinasi Covid-19

Hal tersebut sebaiknya menjadi pertimbangan penerapan PTM harus 100 persen atau 50 persen atau online dan offline dengan memenuhi syarat dan ketentuan. Meliputi prokes tetap diterapkan, PTM maksimal tiga jam, ada physical distancing atau menjaga jarak, serta vaksinisasi sudah dijalankan dua kali.

“Itu merupakan syarat mutlak dari pembelajaran tatap muka. Selanjutnya adalah screening yang ketat,” imbuh Amalia.

Dia pun mengingatkan, bahwa situasi pandemi belum berakhir. Harapannya, seluruh komponen tidak boleh kendor atau terlena. Artinya, penyakit Covid-19 merupakan penyakit baru dengan berbagai variasi dan mutasi yang banyak. Kewaspadaan tidak hanya milik kepentingan beberapa orang saja, melainkan milik semua orang. Selain itu, juga harus mengikuti vaksin sesuai dengan anjuran dari pemerintah.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Covid-19OmicronprokesPTMPTM 100 persenRumah Sakit Nasional Diponegoro Universitas Diponegorovaksinasivarian Delta

Editor

Next Post
Kasatgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi karantina bagi PPLN di Provinsi Bali, Rabu, 12 Januari 2022. Foto BNPB.

Letjen TNI Suharyanto Tinjau Karantina PPLN di Bali

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media