Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Puluhan Bangunan Rusak, Gempa Kupang Akibat Aktivitas Sesar Aktif di Darat

Kamis, 2 November 2023
A A
Kerusakan dinding bangunan rumah akibat gempa M6.3 di Kupang. Foto Dok. BNPB.

Kerusakan dinding bangunan rumah akibat gempa M6.3 di Kupang. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Izin Usaha Pertambangan Pasir Laut di Pulau Rupat Dicabut

Akibat Sesar Aktif
Mengenai kondisi geologis lokasi pusat gempa bumi, Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan menjelaskan, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat di wilayah Kabupaten Kupang, NTT. Morfologi wilayah tersebut umumnya berupa dataran hingga dataran bergelombang dan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal. Menurut data Badan Geologi, wilayah tersebut tersusun tanah keras (kelas C).

“Tanah keras (kelas C) hingga tanah sedang (kelas D) tersebut sebagian tersusun tanah lunak (kelas E). Wilayah ini secara umum tersusun batuan berumur pra-tersier (berupa batuan metamorf dan meta sedimen), dominan batuan tersier (berupa batuan sedimen dan batu gamping) dan endapan kuarter berupa endapan aluvial pantai dan sungai,” jelas Hendra.

Endapan kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan, umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu, pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan, berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Baca Juga: Penyelundupan Anakan Biawak Komodo Berhasil Digagalkan

“Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme (sumber dari BMKG, USGS dan GFZ), kami memperkirakan kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar normal berarah timur laut – barat daya,” kata Hendra.

Dan menurut catatan Badan Geologi, wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya pernah mengalami guncangan gempa bumi kuat pada tahun 1975 dan 2004.

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Muhammad Wafid memperkirakan kejadian gempa bumi tersebut tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi. Mengingat wilayah kabupaten dan Kota Kupang tergolong rawan gempa bumi dan tsunami, upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non struktural harus ditingkatkan.

“Bangunan di Kabupaten dan Kota Kupang harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi,” tambah Wafid. [WLC02]

Sumber: Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Aktivitas Sesar AktifBNPBGempa bumigempa KupangModified Mercalli IntesityPVMBGstruktur bangunan

Editor

Next Post
Pusat gempa dangkal mengguncang Pulau Enggano, Bengkulu pada Jumat, 3 November 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Ini Kata BMKG Penyebab Gempa Dangkal di Pulau Enggano Bengkulu 5,3 Magnitudo

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media