Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Puluhan Bangunan Rusak, Gempa Kupang Akibat Aktivitas Sesar Aktif di Darat

Kamis, 2 November 2023
A A
Kerusakan dinding bangunan rumah akibat gempa M6.3 di Kupang. Foto Dok. BNPB.

Kerusakan dinding bangunan rumah akibat gempa M6.3 di Kupang. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Izin Usaha Pertambangan Pasir Laut di Pulau Rupat Dicabut

Akibat Sesar Aktif
Mengenai kondisi geologis lokasi pusat gempa bumi, Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan menjelaskan, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat di wilayah Kabupaten Kupang, NTT. Morfologi wilayah tersebut umumnya berupa dataran hingga dataran bergelombang dan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal. Menurut data Badan Geologi, wilayah tersebut tersusun tanah keras (kelas C).

“Tanah keras (kelas C) hingga tanah sedang (kelas D) tersebut sebagian tersusun tanah lunak (kelas E). Wilayah ini secara umum tersusun batuan berumur pra-tersier (berupa batuan metamorf dan meta sedimen), dominan batuan tersier (berupa batuan sedimen dan batu gamping) dan endapan kuarter berupa endapan aluvial pantai dan sungai,” jelas Hendra.

Endapan kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan, umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu, pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan, berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Baca Juga: Penyelundupan Anakan Biawak Komodo Berhasil Digagalkan

“Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme (sumber dari BMKG, USGS dan GFZ), kami memperkirakan kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar normal berarah timur laut – barat daya,” kata Hendra.

Dan menurut catatan Badan Geologi, wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya pernah mengalami guncangan gempa bumi kuat pada tahun 1975 dan 2004.

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Muhammad Wafid memperkirakan kejadian gempa bumi tersebut tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi. Mengingat wilayah kabupaten dan Kota Kupang tergolong rawan gempa bumi dan tsunami, upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non struktural harus ditingkatkan.

“Bangunan di Kabupaten dan Kota Kupang harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi,” tambah Wafid. [WLC02]

Sumber: Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aktivitas sesar aktifBNPBGempa bumigempa KupangModified Mercalli IntesityPVMBGstruktur bangunan

Editor

Next Post
Pusat gempa dangkal mengguncang Pulau Enggano, Bengkulu pada Jumat, 3 November 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Ini Kata BMKG Penyebab Gempa Dangkal di Pulau Enggano Bengkulu 5,3 Magnitudo

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media