Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Putusan PTUN Batalkan Izin Lingkungan, PT DPM Ngotot Urus Izin Baru

Mengulang proses perizinan untuk proyek yang sama berarti mengabaikan temuan risiko bencana yang sudah diuji di pengadilan dan menempatkan warga kembali di jalur bahaya.

Kamis, 26 Februari 2026
A A
Desakan penghentian izin lingkungan PT DPM. Foto Jatam.

Desakan penghentian izin lingkungan PT DPM. Foto Jatam.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Warga Dairi bersama Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan organisasi peduli lingkungan yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Tolak Tambang, melaporkan aktivitas tambang PT Dairi Prima Mineral (DPM) di Sumatra Utara ke Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Sebab PT DPM kembali mengurus proses izin lingkungan baru pertambangan. Upaya tersebut dinilai bentuk pengingkaran terhadap putusan pengadilan dan kemenangan warga Dairi yang sudah dinyatakan sah oleh lembaga peradilan tertinggi di Indonesia secara terang-terangan.

Dalam putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada 24 Juli 2023 disebutkan telah mengabulkan gugatan warga Dairi, menyatakan batal Surat Keputusan Menteri LHK No. SK.854/MENLHK/SETJEN/PLA.4/8/2022 tentang Kelayakan Lingkungan Hidup Kegiatan Pertambangan Seng dan Timbal PT DPM dan mewajibkan Menteri LHK mencabut keputusan tersebut.

Putusan ini dikuatkan Mahkamah Agung melalui kasasi masyarakat pada Agustus 2024 yang menegaskan persetujuan lingkungan PT DPM tidak sah dan harus dicabut. Menindaklanjuti putusan itu, KLH akhirnya resmi mencabut izin kelayakan lingkungan PT DPM melalui Surat Keputusan Nomor 888 Tahun 2025 pada Mei 2025.

Pengadilan tidak hanya membatalkan satu dokumen administratif. Namun juga menyatakan rencana tambang seng bawah tanah dan bendungan limbah raksasa PT DPM tidak layak secara lingkungan dan mengancam keselamatan warga Dairi, Sumatra Utara dan Aceh Singkil.

Baca juga: Wiratni, Pilihan Teknologi Pengolahan Sampah di Setiap Wilayah Tak Bisa Diseragamkan

Mengulang proses perizinan untuk proyek yang sama berarti mengabaikan temuan risiko bencana yang sudah diuji di pengadilan dan menempatkan warga kembali di jalur bahaya.

“Jadi upaya PT DPM memproses izin lingkungan baru hanya akal-akal perizinan yang mengabaikan substansi putusan pengadilan,” kata Juru Kampanye Walhi, Wahyu Eka Setiawan.

Dampak proses perizinan baru

Sekretariat Bersama Tolak Tambang menilai sedikitnya ada lima masalah serius dalam langkah pemerintah ini.

Pertama, Mengkhianati prinsip kepastian hukum dan keadilan.

Putusan PTUN Jakarta yang mengabulkan gugatan warga serta kasasi Mahkamah Agung yang memerintahkan pencabutan persetujuan lingkungan adalah kemenangan penting warga Dairi setelah perjuangan panjang sejak 2023.

Dengan membuka kembali proses izin lingkungan baru untuk PT DPM, KLH mengirim pesan bahwa putusan pengadilan bisa “dinetralkan” lewat prosedur administratif baru. Ini menciderai asas kepastian hukum dan melecehkan jerih payah warga yang sudah menempuh jalur hukum secara sah.

Kedua, Mengabaikan bukti risiko bencana yang sudah diakui pengadilan.

Baca juga: Walhi: Konsep Hak Pengelolaan dan Bank Tanah Merampas Hak Rakyat atas Tanah

Dalam proses persidangan di PTUN, warga dan para ahli telah membuktikan rancangan tambang bawah tanah dan bendungan limbah PT DPM berada di wilayah rawan gempa dan longsor. Operasional tambang berpotensi mengakibatkan bencana industri yang bisa “membumi hanguskan orang Dairi – Aceh Singkil serta seluruh kehidupan pada wilayah tersebut,” sebagaimana ditegaskan tim kuasa hukum.

Hakim mengakui bukti-bukti ini dan memutuskan, bahwa rencana tambang DPM tidak layak lingkungan. Mengolah kembali izin sehingga masalah ini seolah bisa disulap lewat revisi dokumen teknis adalah bentuk pengabaian terhadap asas kehati-hatian dan hak warga atas keselamatan.

Ketiga, Mengukuhkan praktik “putar ulang AMDAL” sebagai pola mengakali perlawanan warga.

Pola yang tengah terjadi di Dairi, bahwa izin lingkungan dibatalkan, lalu perusahaan dan pemerintah membuka proses dokumen baru untuk proyek yang sama, merupakan praktik berbahaya dalam tata kelola lingkungan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: izin lingkunganJatamPertambangan Seng dan TimbalPTUN Jakarta

Editor

Next Post
Dissinformasi InaEEWS di akun Telegram. Foto Dok. BMKG

BMKG Tegaskan Akun Telegram InaEEWS yang Beredar Palsu dan Ilegal

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media