Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Wiratni, Pilihan Teknologi Pengolahan Sampah di Setiap Wilayah Tak Bisa Diseragamkan

Sukses tidaknya teknologi yang dipilih sangat kontekstual dan memerlukan pemetaan sosial yang akurat.

Kamis, 26 Februari 2026
A A
Guru Besar Teknik Kimia, Prof. Wiratni. Foto UGM.Yogyakarta/instagram.

Guru Besar Teknik Kimia, Prof. Wiratni. Foto UGM.Yogyakarta/instagram.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Komitmen pemerintah menangani persoalan sampah nasional ditegaskan melalui arahan Presiden pada perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang aplikatif dan dapat diuji coba secara nyata. Kebijakan ini diperkuat dukungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto yang mendorong solusi berbasis riset.

Dalam kunjungan ke Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu, Brian meninjau fasilitas pengolahan sampah di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM. Apresiasi terhadap fasilitas tersebut menandakan kesiapan infrastruktur dan inovasi UGM untuk berkontribusi lebih luas. Momentum ini membuka ruang diskusi mengenai kesiapan kampus menjawab mandat nasional dalam pengelolaan sampah skala mikro.

Menanggapi hal itu, Dosen Program Studi Teknik Kimia UGM sekaligus Pemerhati Lingkungan, Prof. Wiratni mengakui perguruan tinggi memiliki kapasitas teknologi yang memadai. Namun dia mengingatkan, teknologi bukan satu-satunya kunci penyelesaian persoalan sampah. Pendekatan yang dibutuhkan adalah pengelolaan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Saya yakin UGM dan kampus-kampus lain punya berbagai teknologi unggulan untuk mengolah sampah. Tapi problem sampah di Indonesia perlu pengelolaan dari hulu sampai hilir dalam sebuah ekosistem yang kuat,” tegas Wiratni, Rabu, 25 Februari 2026.

Baca juga: Walhi: Konsep Hak Pengelolaan dan Bank Tanah Merampas Hak Rakyat atas Tanah

Pilihan teknologi tak bisa diseragamkan

Persoalan sampah memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Pilihan teknologi tidak bisa diseragamkan untuk seluruh daerah. Setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi strategi pengolahan. Ia mencontohkan perbedaan kebutuhan antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul dalam aspek ketersediaan lahan.

“Sukses tidaknya teknologi yang dipilih sangat kontekstual dan memerlukan pemetaan sosial yang akurat,” jelas dia.

Berangkat dari pengalaman di lingkungan UGM yang mengelola sekitar delapan ton sampah per hari, Wiratni menyebut ada tiga teknologi krusial yang memengaruhi keberhasilan ekosistem pengelolaan sampah.

Pertama, data timbulan sampah menjadi fondasi penting dalam merancang kebijakan pengurangan. Kini UGM mengembangkan timbangan digital berbasis Internet of Things yang terpasang di berbagai unit kerja. Informasi tersebut ditampilkan melalui dashboard agar mudah dipantau dan dievaluasi.

“Timbangan ini adalah cermin perilaku sivitas UGM yang menjadi dasar program menuju zero waste campus,” tutur dia.

Kedua, setelah sistem pemantauan berjalan, langkah berikutnya adalah pengolahan material sesuai karakteristiknya. Sampah organik dapat diolah melalui teknologi komposting dan budidaya maggot dengan rekayasa percepatan proses.

Baca juga: Klaim Earphone Bluetooth Berbahaya Bagi Otak Belum Ada Bukti Ilmiah

Ketiga, residu kemudian diproses melalui teknologi pelelehan dan karbonisasi menjadi bahan konstruksi seperti papan, genteng, dan konblok, serta karbon untuk campuran pupuk. Pilihan ini disesuaikan dengan volume sampah kampus yang belum memenuhi keekonomian skema waste-to-energy.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: eknologi Pengolahan SampahProf. WiratniPusat Inovasi Agroteknologi UGMRumah Inovasi Daur Ulang

Editor

Next Post
Desakan penghentian izin lingkungan PT DPM. Foto Jatam.

Putusan PTUN Batalkan Izin Lingkungan, PT DPM Ngotot Urus Izin Baru

Discussion about this post

TERKINI

  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media