Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Wiratni, Pilihan Teknologi Pengolahan Sampah di Setiap Wilayah Tak Bisa Diseragamkan

Sukses tidaknya teknologi yang dipilih sangat kontekstual dan memerlukan pemetaan sosial yang akurat.

Kamis, 26 Februari 2026
A A
Guru Besar Teknik Kimia, Prof. Wiratni. Foto UGM.Yogyakarta/instagram.

Guru Besar Teknik Kimia, Prof. Wiratni. Foto UGM.Yogyakarta/instagram.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Komitmen pemerintah menangani persoalan sampah nasional ditegaskan melalui arahan Presiden pada perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang aplikatif dan dapat diuji coba secara nyata. Kebijakan ini diperkuat dukungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto yang mendorong solusi berbasis riset.

Dalam kunjungan ke Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu, Brian meninjau fasilitas pengolahan sampah di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM. Apresiasi terhadap fasilitas tersebut menandakan kesiapan infrastruktur dan inovasi UGM untuk berkontribusi lebih luas. Momentum ini membuka ruang diskusi mengenai kesiapan kampus menjawab mandat nasional dalam pengelolaan sampah skala mikro.

Menanggapi hal itu, Dosen Program Studi Teknik Kimia UGM sekaligus Pemerhati Lingkungan, Prof. Wiratni mengakui perguruan tinggi memiliki kapasitas teknologi yang memadai. Namun dia mengingatkan, teknologi bukan satu-satunya kunci penyelesaian persoalan sampah. Pendekatan yang dibutuhkan adalah pengelolaan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Saya yakin UGM dan kampus-kampus lain punya berbagai teknologi unggulan untuk mengolah sampah. Tapi problem sampah di Indonesia perlu pengelolaan dari hulu sampai hilir dalam sebuah ekosistem yang kuat,” tegas Wiratni, Rabu, 25 Februari 2026.

Baca juga: Walhi: Konsep Hak Pengelolaan dan Bank Tanah Merampas Hak Rakyat atas Tanah

Pilihan teknologi tak bisa diseragamkan

Persoalan sampah memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Pilihan teknologi tidak bisa diseragamkan untuk seluruh daerah. Setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi strategi pengolahan. Ia mencontohkan perbedaan kebutuhan antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul dalam aspek ketersediaan lahan.

“Sukses tidaknya teknologi yang dipilih sangat kontekstual dan memerlukan pemetaan sosial yang akurat,” jelas dia.

Berangkat dari pengalaman di lingkungan UGM yang mengelola sekitar delapan ton sampah per hari, Wiratni menyebut ada tiga teknologi krusial yang memengaruhi keberhasilan ekosistem pengelolaan sampah.

Pertama, data timbulan sampah menjadi fondasi penting dalam merancang kebijakan pengurangan. Kini UGM mengembangkan timbangan digital berbasis Internet of Things yang terpasang di berbagai unit kerja. Informasi tersebut ditampilkan melalui dashboard agar mudah dipantau dan dievaluasi.

“Timbangan ini adalah cermin perilaku sivitas UGM yang menjadi dasar program menuju zero waste campus,” tutur dia.

Kedua, setelah sistem pemantauan berjalan, langkah berikutnya adalah pengolahan material sesuai karakteristiknya. Sampah organik dapat diolah melalui teknologi komposting dan budidaya maggot dengan rekayasa percepatan proses.

Baca juga: Klaim Earphone Bluetooth Berbahaya Bagi Otak Belum Ada Bukti Ilmiah

Ketiga, residu kemudian diproses melalui teknologi pelelehan dan karbonisasi menjadi bahan konstruksi seperti papan, genteng, dan konblok, serta karbon untuk campuran pupuk. Pilihan ini disesuaikan dengan volume sampah kampus yang belum memenuhi keekonomian skema waste-to-energy.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: eknologi Pengolahan SampahProf. WiratniPusat Inovasi Agroteknologi UGMRumah Inovasi Daur Ulang

Editor

Next Post
Desakan penghentian izin lingkungan PT DPM. Foto Jatam.

Putusan PTUN Batalkan Izin Lingkungan, PT DPM Ngotot Urus Izin Baru

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media