Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ranggah Kijang Bercabang Dua, Ranggah Rusa Bercabang Banyak

Ada enam jenis satwa dari famili Cervidae yang ada di Indonesia, yakni rusa Jawa atau rusa timor, rusa sambar, rusa bawean, kijang kuning Kalimantan (kijang merah), dan kijang gunung Sumatra.

Jumat, 25 Juli 2025
A A
Rusa dan kijang. Foto: Blaise Droz/www.viensdanslajungle.ch & arundoc/freepik.

Rusa dan kijang. Foto: Blaise Droz/www.viensdanslajungle.ch & arundoc/freepik.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kijang dan rusa merupakan spesies yang masuk dalam famili yang sama, yaitu Cervidae. Namun keduanya memiliki perbedaan morfologis yang cukup mencolok.

Pakar Ekologi Satwa Liar IPB University, Dede Aulia Rahman menyebutkan dua ciri utama yang paling mudah dikenali masyarakat awam. Yang pertama, ukuran tubuh. Ukuran rusa dewasa jauh lebih besar dibandingkan dengan kijang.

Ciri kedua terdapat pada struktur di kepala hewan tersebut yang biasa disebut ranggah. Ranggah pada kijang atau menjangan hanya dua cabang. Sementara rusa memiliki percabangan lebih banyak, bisa tiga hingga empat anak cabang.

Baca juga: Konflik Tenurial, BAM DPR Dorong Keadilan Bagi Warga di Kawasan Hutan

Ranggah berbeda dari tanduk, karena struktur penyusunnya berbeda. Ranggah akan luruh atau tanggal secara alami setiap tahunnya.

Selain itu, ada perbedaan lain yang dapat dilihat secara kasat mata.

“Untuk menjangan atau kijang, dia memiliki semacam ‘halis’ atau garis hitam memanjang di wajah. Sementara rusa tidak memiliki ciri tersebut,” jelas dosen dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) ini.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Universitykeanekaragaman hayatikijangrusa

Editor

Next Post
Dosen Fakultas Pertanian UGM, Eka Tarwaca Susila Putra. Foto Dok. Faperta UGM.

Eka Tarwaca, Konversi Lahan Karet Menjadi Kebun Sawit Keliru dan Berisiko

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media