Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur dengan Bioaktivator

Inovasi ini masih perlu diuji pada skala penanaman yang lebih luas.

Sabtu, 28 Februari 2026
A A
Ilustrasi bekas tambag batu kapur. Foto @wirestock/freepik.com.

Ilustrasi bekas tambag batu kapur. Foto @wirestock/freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dosen IPB University, Nisa Rachmania bersama tim melakukan riset berjudul “Kolaborasi Jasad Renik Hijaukan Lahan Tambang Kapur”. Riset ini berfokus pada pemanfaatan mikroorganisme lokal untuk mendukung proses pengomposan dan revegetasi lahan bekas tambang batuan kapur. Inovasi terpilih menjadi salah satu inovasi paling prospektif dalam ajang 117 Inovasi Indonesia 2025 yang diselenggarakan Business Innovation Center (BIC).

Produk formulasi ini terdiri atas isolat bakteri Bacillus paramycoides A.1.4 dan kapang Penicillium singorense 1.1.a. Formula ini berasal dari tanah area revegetasi bekas tambang batuan kapur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Citeureup.

Area revegetasi di lingkungan quarry bekas tambang batuan kapur Citeureup menyimpan potensi karbon organik dari limbah tumbuhan mati yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Dari tanah dan sisa tumbuhan tersebut, tim mengisolasi bakteri dan cendawan penghasil enzim pengurai.

Kedua mikroorganisme potensial penghasil enzim pengurai selulosa dan lignin tersebut dikumpulkan menjadi konsorsium sebagai formula bioaktivator pembuatan kompos dari sisa tanaman di area revegetasi tersebut.

Baca juga: Jatam Desak Cabut Izin Tambang Nikel Ilegal di Maluku Utara, Denda Rp500 Miliar Bukan Solusi

Pengujian menunjukkan hasil pengomposan dan pemberian pupuk hayati dari formulasi kedua mikroorganisme tersebut lebih baik dibandingkan produk komersial. Kondisi ini menunjukkan kedua isolat telah adaptif pada lingkungan bekas tambang batuan kapur.

“Kedua spesies ini belum pernah dilaporkan sebagai komponen pupuk hayati seperti yang telah diperjualbelikan secara komersial,” jelas Nisa.

Kedua isolat tidak bersifat patogen bagi manusia dan hewan. Berdasarkan kajian literatur, Penicillium singorense juga bukan patogen tanaman.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BioaktivatorBusiness Innovation CenterIPB Culture CollectionTambang Kapur

Editor

Next Post
Kota Mamuju. Foto Dok. BRIN.

Riset BRIN, Paparan Radiasi Alam Mamuju Capai 9 Kali Rata-Rata Dunia

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media