Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur dengan Bioaktivator

Inovasi ini masih perlu diuji pada skala penanaman yang lebih luas.

Sabtu, 28 Februari 2026
A A
Ilustrasi bekas tambag batu kapur. Foto @wirestock/freepik.com.

Ilustrasi bekas tambag batu kapur. Foto @wirestock/freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dosen IPB University, Nisa Rachmania bersama tim melakukan riset berjudul “Kolaborasi Jasad Renik Hijaukan Lahan Tambang Kapur”. Riset ini berfokus pada pemanfaatan mikroorganisme lokal untuk mendukung proses pengomposan dan revegetasi lahan bekas tambang batuan kapur. Inovasi terpilih menjadi salah satu inovasi paling prospektif dalam ajang 117 Inovasi Indonesia 2025 yang diselenggarakan Business Innovation Center (BIC).

Produk formulasi ini terdiri atas isolat bakteri Bacillus paramycoides A.1.4 dan kapang Penicillium singorense 1.1.a. Formula ini berasal dari tanah area revegetasi bekas tambang batuan kapur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Citeureup.

Area revegetasi di lingkungan quarry bekas tambang batuan kapur Citeureup menyimpan potensi karbon organik dari limbah tumbuhan mati yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Dari tanah dan sisa tumbuhan tersebut, tim mengisolasi bakteri dan cendawan penghasil enzim pengurai.

Kedua mikroorganisme potensial penghasil enzim pengurai selulosa dan lignin tersebut dikumpulkan menjadi konsorsium sebagai formula bioaktivator pembuatan kompos dari sisa tanaman di area revegetasi tersebut.

Baca juga: Jatam Desak Cabut Izin Tambang Nikel Ilegal di Maluku Utara, Denda Rp500 Miliar Bukan Solusi

Pengujian menunjukkan hasil pengomposan dan pemberian pupuk hayati dari formulasi kedua mikroorganisme tersebut lebih baik dibandingkan produk komersial. Kondisi ini menunjukkan kedua isolat telah adaptif pada lingkungan bekas tambang batuan kapur.

“Kedua spesies ini belum pernah dilaporkan sebagai komponen pupuk hayati seperti yang telah diperjualbelikan secara komersial,” jelas Nisa.

Kedua isolat tidak bersifat patogen bagi manusia dan hewan. Berdasarkan kajian literatur, Penicillium singorense juga bukan patogen tanaman.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BioaktivatorBusiness Innovation CenterIPB Culture CollectionTambang Kapur

Editor

Next Post
Kota Mamuju. Foto Dok. BRIN.

Riset BRIN, Paparan Radiasi Alam Mamuju Capai 9 Kali Rata-Rata Dunia

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media