Jumat, 17 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Riset BRIN, Paparan Radiasi Alam Mamuju Capai 9 Kali Rata-Rata Dunia

Data riset dari Mamuju menjadi komponen penting dalam pemutakhiran basis data global paparan radiasi alam.

Minggu, 1 Maret 2026
A A
Kota Mamuju. Foto Dok. BRIN.

Kota Mamuju. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Jatam Desak Cabut Izin Tambang Nikel Ilegal di Maluku Utara, Denda Rp500 Miliar Bukan Solusi

Kepala PRTKMMN BRIN, Heru Prasetio menekankan variasi radiasi alam di berbagai belahan dunia merupakan fenomena geologis alami. Secara global, rata-rata paparan radiasi alam sekitar 3 mSv per tahun. Sebagian besar berasal dari radon yang terhirup melalui pernapasan beserta partikel hasil peluruhannya.

“Temuan ini memperlihatkan Indonesia berkontribusi dalam pemutakhiran basis data global mengenai paparan radiasi alam lewat studi di Mamuju, sekaligus memperkaya pemahaman internasional tentang variasi radiasi latar belakang di dunia,” tegas Heru.

Sebagai informasi, UNSCEAR adalah komite ilmiah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sejak 1955. Komite ilmiah ini memiliki mandat menilai tingkat dan dampak paparan radiasi pengion terhadap kesehatan manusia dan lingkungan secara global.

PRTKMMN – Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN memiliki tugas dan fungsi melakukan riset terkait keselamatan dan kaji efek radiasi di Indonesia. Dengan diterbitkannya laporan ini, menunjukkan peran aktif dari para periset Indonesia pada umumnya dan khususnya di PRTKMMN-ORTN-BRIN yang hasil penelitiannya diakui dunia. Juga berkontribusi besar pada perkembangan ilmu pengetahuan, terutama bidang proteksi radiasi.

UNSCEAR 2024 Report Volume II memuat Scientific Annex B: Evaluation of Public Exposure to Ionizing Radiation, sebagai lampiran ilmiah kedua yang menjadi dasar laporan UNSCEAR kepada Majelis Umum PBB. Dalam Annex B tersebut, UNSCEAR menyajikan penilaian global paling komprehensif hingga saat ini mengenai dosis radiasi yang diterima masyarakat dari sumber alam maupun buatan.

Evaluasi ini disusun berdasarkan data survei global UNSCEAR serta tinjauan literatur ilmiah periode 2007–2022. Analisisnya mencakup paparan dari radon dan thoron beserta turunannya, radionuklida terestrial dalam tanah dan material bangunan, radiasi kosmik, hingga paparan dari industri berbasis Naturally Occurring Radioactive Material (NORM).

Selain itu, laporan ini juga mengkaji paparan yang berasal dari sumber buatan seperti lepasan radioaktif dari fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir dan siklus bahan bakarnya, penggunaan non-energi radionuklida, situs legasi militer maupun sipil, kecelakaan radiologi masa lalu, serta paparan selama transportasi bahan radioaktif.

Tim Riset Mamuju yang bertugas dalam survei paparan radiasi di Mamuju Adalah Eka Djatnika Nugraha sebagai Peneliti Ahli Madya PRTKMMN dan juga National Contact Point Indonesia untuk UNSCEAR tentang Public Exposure. Serta Untara, Dadong Iskandar, dan Wahyudi yang berkontribusi dalam pengumpulan data dan publikasi yang digunakan dalam laporan UNSCEAR tersebut.

Tim ini berperan dalam melakukan pemetaan dosis radiasi, pengukuran radon, serta pengambilan sampel tanah pada sejumlah titik HNBRA yang menjadi fokus evaluasi UNSCEAR.

Data riset dari Mamuju menjadi komponen penting dalam pemutakhiran basis data global paparan radiasi alam, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam kajian internasional tentang variasi radiasi latar belakang di berbagai belahan dunia. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINHNBRAKabupaten MamujuProvinsi Sulawesi BaratRadiasi Alam

Editor

Next Post
Ilustrasi matcha. Foto freepik.com.

Matcha Bukan Solusi Instan agar Kulit Glowing

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media