Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Riset CfDS UGM, 18 Persen Penyangkal Krisis Iklim dari Indonesia

Jumat, 2 Februari 2024
A A
XR Bunga Terung desak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berani menyatakan sudah mengalami krisis iklim. Foto XR Bunga Terung Kalimantan Timur.

XR Bunga Terung desak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berani menyatakan sudah mengalami krisis iklim. Foto XR Bunga Terung Kalimantan Timur.

Share on FacebookShare on Twitter

Isu krisis iklim yang paling banyak ditemukan responden di media sosial, meliouti Instagram (39,3 persen), YouTube (20,6 persen) dan X/Twitter (19,2 persen). Setelah media sosial, berita di televisi lumayan mendapat porsi isu ini dibanding media cetak. Sebagian besar responden pun mengaku sering terpapar informasi tentang krisis iklim, tetapi hanya sebagian kecil yang mencari informasi atau ingin mengetahui lebih lanjut isu krisis iklim.

Keberadaan penyangkal krisis iklim dalam platform tersebut mengalami perubahan perilaku. Sepaham dengan Novi, ⁠Septiaji Eko Nugroho selaku Chairman Mafindo (Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia) menerangkan, kelompok penyangkal krisis iklim semakin pintar memaparkan opininya.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Antisipasi Cuaca Ekstrem Hari Pencoblosan Pemilu 2024

“Ada paradigma menarik dari the climate change denier itu mulai bergeser. Kalau dulu mereka benar-benar tidak sepakat dengan krisis iklim. Sekarang, dia lebih licin lagi bisa jadi menerima krisis iklim, tapi dia menganggap solusi scientist ini tidak bekerja,” ucap dia.

Menurut Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Zenzi Suhadi, misinformasi perubahan iklim terjadi bukan hanya karena paparan informasi yang salah pada publik. Melainkan juga akibat banyak kepentingan politik global.

“Substansi informasi dan pemahaman itu dirancang untuk memahami sesuatu yang salah agar mendapat dukungan politik dalam pembicaraan iklim secara global,” kata Zenzi.

Contohnya, negara-negara industri mengalami perdebatan yang tajam dengan negara selatan, termasuk Indonesia. Bahwa perubahan iklim diakibatkan dua emisi terbesar, satu emisi industri dan emisi deforestasi. Negara industri mengakui kegiatan industri mereka melepas banyak emisi karbon. Namun mereka menyangkal solusi dari krisis iklim ini adalah menurunkan emisi dari industrinya. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Center for Digital SocietyKrisis IklimmisinformasiPenyangkal Krisis Iklim

Editor

Next Post
Konsolidasi masyarakat adat region Kalimantan, 17 Januari 2024. Foto Dok. AMAN.

Isu Masyarakat Adat Terabaikan Capres Cawapres Pemilu 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media