Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rumah Kaca Kantong Semar di Kebun Raya Cibodas Dibuka Lagi

Berdasar Data IUCN Red List, terdapat 27 jenis kantong semar yang terancam punah, baik jenis yang berstatus konservasi kritis maupun terancam.

Sabtu, 21 Desember 2024
A A
Rumah Kaca Napenthes di Kebun Raya Cibodas di Cianjur, Jawa Barat. Foto kebunraya.id.

Rumah Kaca Napenthes di Kebun Raya Cibodas di Cianjur, Jawa Barat. Foto kebunraya.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Ini adalah kemajuan luar biasa karena jenis-jenis yang ada di sini sebagian besar dilindungi. Kami juga bisa memberikan pelajaran dan pengajaran kepada generasi muda bahwa ada jenis atau famili tanaman yang memiliki peran sangat besar terhadap ekosistemnya,” ujar Ratih.

Rumah kaca Nepenthes yang ada di Cibodas juga dapat memfasilitasi siswa-siswi dan para periset yang ingin belajar serta melakukan penelitian terkait Nepenthes. Dari sisi konservasi, rumah kaca memiliki peran konservasi yang sangat kuat, karena ada beberapa jenis Nepenthes yang sudah hampir terancam punah.

Baca juga: Banjir Bandang di Tapanuli Selatan Akibatkan 10 Warga Terluka

“Ke depan, BRIN bersama MNR akan berkolaborasi untuk melakukan pendataan jenis Nepenthes yang akan dijadikan koleksi,” ungkap dia.

Dari 80 jenis Nepenthes di sana memiliki karakter dan keunikan masing-masing serta memiliki manfaat yang berbeda. Rencananya, pihaknya akan menyusun panduan atau buku katalog terkait karakter unik dari tiap-tiap jenis Nepenthes tersebut sehingga dapat memberikan edukasi bagi siswa siswi maupun masyarakat luas tentang tanaman Nepenthes.

“Serta memasukkan unsur lima tusi kebun raya di dalamnya,” imbuh Ratih.

Baca juga: Risiko Bencana Hidrometeorologi di Jawa Timur, BMKG Cek Alat Pemantau Cuaca

General Manager Kebun Raya Cibodas, Joko Sulistio mengatakan pembukaan kembali rumah kaca Nepenthes untuk menarik pengunjung. Saat ini, rumah kaca tersebut juga memiliki lebih banyak jenis Nepenthes, sehingga dapat menambah wawasan pengunjung mengenai tumbuhan pemakan serangga.

“Kami berharap pembukaan kembali rumah kaca ini agar masyarakat lebih tertarik untuk berkunjung ke Kebun Raya Cibodas, berlibur bersama keluarga, teman dan sahabat sambil belajar mengenal tanaman yang dikenal dengan sebutan kantong semar ini,” ujar Joko.

Dirintis sejak 2009

Perlu diketahui, rumah kaca Nepenthes pertama kali diresmikan bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-162 Kebun Raya Cibodas yang jatuh pada 11 April 2014. Rumah kaca ini dibangun karena tanaman tersebut memiliki nilai konservasi sangat tinggi.

Baca juga: Longsor di Temanggung Satu Tewas, Rob di Indramayu Rendam Ribuan Rumah

Sebanyak 37 persen tanaman Nepenthes yang ada di dunia merupakan jenis yang terancam punah dengan sebaran sangat terbatas, seperti hutan sekunder, hutan rawa, dan hutan kerangas sehingga keberadaannya harus dilestarikan.

Keberadaan Rumah Kaca Nepenthes memiliki keterwakilan jenis kantong semar dataran tinggi yang ada di Indonesia dan menjamin kelestarian kantong semar melalui berbagai upaya perbanyakan dan penelitian di Kebun Raya Cibodas. Rumah Kaca Nepenthes mulai dirintis sejak 2009 melalui kerja sama dengan Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia (KTKI).

Baca juga: Darurat! Warga Kampung Tua di Pulau Rempang Diserang Lagi

Rumah Kaca Nepenthes saat ini terlihat berbeda dari sebelumnya, karena tanaman Nepenthes yang ditanam adalah jenis yang adaptif dengan micro climate di dalam rumah kaca. Juga ditambahkan infrastruktur pendukung pemeliharaan Nepenthes yang memadai, seperti sistem penyiraman dengan mesin RO (Reverse Osmosis) dengan misting sprayer dan dripping.

Penambahan instalasi lampu menggunakan jenis lampu grow light yang aman untuk tumbuhan. Selain itu, dibuat papan informasi tentang keunikan dari jenis-jenis Nepenthes yang ada di dalam rumah kaca tersebut. Dengan peningkatan tersebut, diharapkan Nepenthes tetap terjaga dalam pertumbuhan dan perkembangannya. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINKantong SemarKebun Raya Cibodaskonservasi tumbuhanRumah Kaca Napenthes

Editor

Next Post
Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Mahmud Aditya Rifqi. Foto Dok. Unair.

Mahmud Aditya, Pangan Lokal Solusi Makan Siang Gratis 10 Ribuan Tapi Bergizi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media