Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sahil Jha, Bersepeda Sambil Mengampanyekan Penyelamatan Tanah di 20 Negara

Jumat, 13 Juni 2025
A A
Save Soil Changemaker, Sahil Jha mengampanyekan Soil Save di UGM, 13 Juni 2025. Foto Donnie/UGM.

Save Soil Changemaker, Sahil Jha mengampanyekan Soil Save di UGM, 13 Juni 2025. Foto Donnie/UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

“Tanah adalah fondasi kehidupan, dan Save Soil bukan hanya sebuah gerakan untuk mempertahankan lingkungan kita. Tapi juga gerakan untuk menyadarkan kita tentang pentingnya tanah,” kata dia.

Degradasi tanah akibat konversi lahan, intensifikasi pertanian, urbanisasi, dan dampak perubahan iklim menjadi tantangan serius di Indonesia maupun global. Perlu peningkatan kesadaran publik serta penguatan kolaborasi lintas sektor dan institusi melalui gerakan kampanye penyelamatan tanah.

Baca juga: Tak Semua Izin Tambang di Raja Ampat Dicabut, Walhi Sebut Pemerintah Setengah Hati

Kepala Biro Manajemen Strategis UGM, Wirastuti Widyatmanti mengatakan tanah memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya menyimpan karbon dan mengatur emisi gas rumah kaca. Kolaborasi antara UGM dan Save Soil ini merupakan salah satu langkah strategis untuk bisa meningkatkan kesadaran global mengenai pentingnya keamanan tanah.

“Tanah menjadi hal yang sangat penting untuk kehidupan kita. Tanah adalah sumber kehidupan, fondasi sistem pangan, air, dan hutan,” kata dia.

Wirastuti juga menekankan bahwa kegiatan Save Soil Movement ini menjadi momentum strategis bagi UGM untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian tanah serta memperkuat peran universitas dalam isu keberlanjutan. Hal ini juga sejalan dengan inisiatif UGM dalam membentuk Center of Excellence di bidang Soil Security, sebagai wujud nyata kontribusi kampus dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Pertanian UGMpenyelamatan tanahSahil JhaSave Soil Movement

Editor

Next Post
Beberapa pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya tampak gundul akibat penambangan nikel. Foto Dok. AMAN.

Komnas HAM Menduga Kuat Ada Pelanggaran HAM Aktivitas Pertambangan di Raja Ampat

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media