Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Salah Urus Tata Ruang Jadi Penyebab Utama Bencana Ekologis di Pulau Jawa

Pemerintah harus melakukan evaluasi perencanaan dan penataan tata ruang kawasan lingkungan yang kacau untuk memulihkan kawasan lindung.

Rabu, 25 Januari 2023
A A
Rob menyebabkan kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang di Kota Semarang, Jawa Tengah, dilanda banjir hingga ketinggian satu meter lebih pada Senin, 23 Mei 2022. Foto Dok BBPD Jawa Tengah

Rob menyebabkan kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang di Kota Semarang, Jawa Tengah, dilanda banjir hingga ketinggian satu meter lebih pada Senin, 23 Mei 2022. Foto Dok BBPD Jawa Tengah

Share on FacebookShare on Twitter

Sementara Walhi Yogyakarta melihat persoalan salah urus tata ruang tak hanya terjadi di dalam wilayah kota, tetapi menyebar ke wilayah pinggiran, seperti ambisi membangun perkotaan baru Aeropolis Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo. Mega proyek perkotaan baru telah meningkatkan kerentanan kawasan, mengingat proyek tersebut dibangun di wilayah rawan bencana seperti gempa dan tsunami.

“Ambisi Aeropolis memicu kemunculan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener yang merampas ruang hidup warga di wilayah lain, seperti Wadas,” jelas Direktur Walhi Yogyakarta Halik Sandera.

Proyek tersebut dibangun untuk memenuhi sumber air di Aeropolis YIA. Kondisi ini kontradiktif dengan situasi krisis air di Kota Yogyakarta yang disebabkan ekstraksi air tanah oleh industri pariwisata, terutama perhotelan.

Baca Juga: Sudah Diperingatkan, Empat Kabupaten di Aceh Dilanda Banjir Ribuan Warga Mengungsi

Kemudian di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu di Gunungkidul yang menjadi kawasan lindung air justru akan dikurangi demi kebutuhan pariwisata. Parahnya, sumber air terdekat dihilangkan, lalu mencari sumber air di wilayah lain, tetapi caranya eksploitatif sehingga merusaknya.

Terakhir, Walhi Jawa Timur mengungkapkan, persoalan salah urus tata ruang di Jawa Timur mengakibatkan kerentanan di wilayah hulu dan hilir.

“Penataan ruang benar-benar kacau di wilayah hulu DAS Brantas, yakni Kota Batu, Malang,” kata Direktur Walhi Jawa Timur Wahyu Eka.

Baca Juga: Konferta AJI Yogyakarta 2023, Ini Nakhoda Baru AJI Yogyakarta Periode 2023–2026

Kawasan lindung beralih fungsi menjadi hotel, wisata buatan dan peruntukkan lain. Pembangunan tersebut menyebabkan banjir, longsor serta menghilangkan sumber mata air. Kerusakan ekosistem di wilayah hulu mengancam wilayah hilir seperti Malang, Pasuruan hingga Surabaya.

Peningkatan kejadian bencana hidrometeorologi dipadu dengan penataan ruang yang kacau, seperti pembangunan di sempadan sungai, alih fungsi kawasan hingga minimnya ruang terbuka hijau, semakin memperentan kondisi Kota Malang. Sementara perluasan perumahan mewah ke kawasan pinggir di Surabaya, seperti di barat dan timur oleh korporasi besar menyebabkan area resapan air hilang seperti alih fungsi waduk dan mangrove. Peningkatan kejadian bencana dan peningkatan kerentanan kota mengakibatkan peningkatan dampak dan perluasan area terdampak bencana.

Walhi Nasional menyimpulkan, salah urus tata ruang menjadi problem utama yang mendorong bencana di lima wilayah tersebut. Sekaligus menjadi penyebab bencana ekologis karena kebijakan pemerintah mendukung investasi masif, seperti proyek mega infrastruktur, perluasan kawasan industri, hingga obral izin industri ekstraktif besar-besaran seperti pertambangan telah meningkatkan kerentanan Pulau Jawa.

Baca Juga: Joni Aswira dan Fira Abdurrahman Memimpin Jurnalis Lingkungan SIEJ 2022-2025

“Kebijakan tata ruang dan pembangunan pemerintah mengabaikan rekomendasi berbagai kajian saintifik tentang potensi krisis air, kerentanan bencana, ancaman dampak perubahan iklim hingga penurunan permukaan tanah di Pulau Jawa,” tegas Direktur Walhi Nasional Abdul Ghofar.

Walhi Nasional mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk melihat persoalan bencana ekologis di Jawa secara serius dengan melakukan evaluasi perencanaan dan penataan tata ruang berwawasan lingkungan dengan memastikan jaminan keselamatan rakyat. Pembangunan mega infrastruktur, seperti PSN harus ditinjau secara kritis melihat perubahan fungsi kawasan lindung, kawasan rawan bencana hingga situasi sosial masyarakat.

Pendekatan penanganan bencana dan solusi teknis bencana sangat tidak cukup menyelesaikan persoalan. Melainkan perlindungan kawasan penyangga, pemulihan lingkungan yang rusak hingga penghentian aktivitas ekstraktif menjadi salah satu jalan keselamatan dari ancaman bencana ekologis di masa mendatang. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: banjir robbencana ekologisBencana HidrometeorologiKawasan Bentang Alam Karstproyek strategis nasionalsalah urus tata ruangWalhi NasionalWalhi Region Jawa

Editor

Next Post
Rakor mitigasi bencana karhutla 2023 yang dihadiri Menteri Siti Nurbaya, Menkopolhukam Mahfud MD, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu, 25 Januari 2023. Foto BNPB.

Mitigasi Bencana Karhutla 2023, Pemerintah Warning Perusahaan Swasta

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media