Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sampah Sudah Ada Mulai Tahap Produksi, Distribusi hingga Konsumsi Produk

Sabtu, 12 Agustus 2023
A A
Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota Yogyakarta

Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota Yogyakarta

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Emilya Nurjani: Pencemaran Udara Tinggi Dipicu Cuaca Musim Kemarau

“Kami selalu berpikir, jika ingin membuat perubahan jangka panjang, maka kami mulai dari pendidikan. Kami undang kepala sekolah di pulau Jawa, ya sementara ini. Kami kenalkan sistem ekonomi sirkular yang sederhana tapi berdampak besar,” papar Suci.

Namun menurut dia, banyak yang salah kaprah terkait ekonomi sirkular ini. Mayoritas hanya berfokus untuk mengelola sampah di tahap akhir saja. Padahal dari tahap produksi, distribusi, hingga konsumsi masing-masing menghasilkan sampah.

“Ini yang jarang kita diskusikan dan pahami. Setiap aktivitas kecil pun menghasilkan sampah,” ucap Suci.

Baca Juga: Tiga Pulau Indonesia Diguncang Lindu Hari Ini

Sekolah ekonomi sirkular tersebut memberi pemahaman pada sekolah-sekolah untuk mengurangi sampah dalam aktivitas pembelajaran. Seperti membawa alat makan dan minum sendiri, membuat eco break, dan pemahaman tentang memilah sampah.

“Perbaikan dalam budaya masyarakat ini juga harus didukung dengan perbaikan infrastruktur dan sistem. Jangan sampai ketika masyarakat sudah rajin, sudah memilah dan mengurangi sampah, tapi sistem pengelolaannya masih berujung di TPA saja. Jadi memang butuh kerja sama dengan berbagai pihak dan sektor, khususnya masyarakat dan pemerintah,” tambah Suci.

Baca Juga: Budy Wiryawan: Aplikasi IKAN Dukung Keberlanjutan Konservasi Perikanan

Terpisah, pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta Danang A. Kurnia menilai selama ini narasi darurat sampah hanya menganggap masyarakat sebagai penghasil sampah. Wacana yang dibangun adalah masyarakat dianggap sebagai kelompok yang tidak pernah sadar dengan sampah-sampahnya.

“Timbulan sampah itu masalah struktural yang harus diselesaikan secara struktural juga. Perlu ada berbagai pihak yang dilibatkan dalam persoalan darurat sampah di Yogyakarta,” tegas Danang. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ekonomi sirkularproses 3Rsanitary landfillTPA Piyungan

Editor

Next Post
BNPB salurkan bantuan pasca gempa Sigi di Sulawesi Tengah. Foto bnpb.go.id.

Gempa Sigi Bersifat Merusak, BNPB Serahkan DSP Rp250 Juta dan Logistik

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media