Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Budy Wiryawan: Aplikasi IKAN Dukung Keberlanjutan Konservasi Perikanan

Aplikasi IKAN tak hanya untuk mendata perikanan di Indonesia. Melainkan juga pengukuran kawasan konservasi perikanan yang mendukung pengelolaan sumber daya perikanan.

Kamis, 10 Agustus 2023
A A
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof. Budy Wiryawan. Foto ipb.ac.id.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof. Budy Wiryawan. Foto ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Data perikanan merupakan dasar formulasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya ikan. Apabila data yang dibutuhkan kurang bisa didapatkan dengan pengkajian melalui dua pendekatan, yakni data limited fisheries dan citizen science.

Persoalannya, pendataan perikanan didominasi pemerintah atau otoritas perikanan. Sementara data perikanan sangat banyak. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof. Budy Wiryawan membuat terobosan dengan mengembangkan sistem pendataan perikanan berupa aplikasi Inisiatif Kolaborasi Pendataan Perikanan (IKAN).

“Ide aplikasi ini adalah bagaimana kita menghubungkan antara science to policy. Jadi sains bukan hanya dilakukan para peneliti, tapi juga masyarakat, termasuk nelayan. Itu yang sedang kita upayakan untuk mendukung kebijakan perikanan yang lebih baik,” ujar Budy dalam Pra Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada 22 Juni 2023.

Baca Juga: Baru 3,7 Juta dari 26,9 Juta Ha Wilayah Adat Dapat Pengakuan Pemda

Aplikasi tersebut merupakan upaya untuk melibatkan partisipasi masyarakat untuk bisa melakukan pendataan yang diakui otoritas atau pemerintah. Bahkan bisa digunakan pebisnis sekalipun. Aplikasi tersebut telah diuji coba di beberapa pelabuhan di pantai utara Jawa, yakni Tegal, Rembang, Pati dan Lamongan.

Bentuk kelanjutan program berbasis citizen science tersebut, Budy juga mengembangkan aplikasi IKAN menjadi Crowd Data Crawling (CDC) melalui pendanaan program matching fund Kedai Reka tahun 2023.

“Aplikasi ini memungkinkan pengumpulan informasi perikanan dari berbagai website dalam waktu singkat, tepat dan akurat. Juga dimanfaatkan praktisi bisnis perikanan serta mendukung pengelolaan perikanan,” jelas Budy.

Baca Juga: Nafiatul Umami Kembangkan Mutasi Rumput Gajah Lokal Berbiomassa Tinggi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aplikasi IKANdata perikananFakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Universitykawasan konservasi perikananProf. Budy Wiryawan

Editor

Next Post
Tiga pulau Indonesia diguncang lindu hari ini, Kamis, 10 Agustus 2023, dengan kekuatan hingga 5,9 magnitudo. Foto tangkap layar Google Earth pusat gempa 5,9 magnitudo di Laut Banda, Tual, Provinsi Maluku.

Tiga Pulau Indonesia Diguncang Lindu Hari Ini

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media