Selasa, 16 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sang Kompiang, Indonesia Baru Mampu Memproduksi 12 dari 200 Minyak Atsiri

Indonesia secara konsisten berada dalam 10 besar penghasil sumber daya alam hayati.

Sabtu, 20 Juli 2024
A A
Guru Besar bidang Bioresource Processing Fakultas Teknik Kimia UGM, Prof. Sang Kompiang Wirawan. Foto chemeng.ugm.ac.id.

Guru Besar bidang Bioresource Processing Fakultas Teknik Kimia UGM, Prof. Sang Kompiang Wirawan. Foto chemeng.ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia disebut Dosen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Sang Kompiang Wirawan secara konsisten berada dalam 10 besar penghasil sumber daya alam hayati. Beberapa komoditas yang dihasilkan antara lain biji-bijian, teh, kopi, cokelat, minyak sawit, lada, karet, kayu lapis, ikan, dan rempah-rempah. Hasil dari rempah-rempah tersebut diproduksi menjadi minyak atsiri.

“Sayangnya, Indonesia baru mampu memproduksi 12 jenis dari 200 minyak atsiri yang diperdagangkan di dunia,” kata Kompiang dalam pidato Pengukuhan Guru Besar bidang Bioresource Processing yang berjudul “Pengembangan Teknologi Pengolahan Sumber Daya Alam Hayati Berbasis Bioresource Product Engineering dan Teaching Industry” di di ruang balai Senat UGM pada 9 Juli 2024.

Indonesia juga berpotensi untuk mengembangkan tanaman-tanaman yang berkhasiat sebagai obat, seperti jahe, lengkuas, kunyit, dan kencur. Hanya saja, konsumsi terbesar dari tanaman itu masih dalam skala industri kecil.

Baca Juga: Jalan Tani Digunakan Sepihak, Warga Ambunu Kembali Blokade Akses ke PT IHIP

Kekayaan alam Indonesia yang berlimpah sudah seharusnya dapat dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat. Melalui pengembangan teknik produk sebagai dasar pendidikan teknik kimia masa depan yang serius akan tersedia sumber daya manusia yang mumpuni dalam mengolah kekayaan alam tersebut.

“Sumber daya alam ini harus dapat dikelola sedemikian rupa sehingga kelestarian dan keseimbangan alamiahnya selalu dapat terjaga dan tidak terganggu,” jelas Kompiang yang merupakan salah satu dari 76 Guru Besar aktif dari 102 Guru Besar di UGM.

Secara garis besar, ia dapat memperkirakan bahwa sumber daya alam hayati terutama tumbuhan, minyak atsiri, dan tanaman obat unggulan harus dideklarasikan sebagai bentuk keunggulan komparatif sumber daya alam bangsa Indonesia.

Baca Juga: Karhutla di Toba, Anggota Komisi IV DPR Kritisi Ketidaksiapan Sarana Pemerintah

Sebab selain merupakan keunggulan, juga merupakan tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam mengelola sumber daya alam yang dimiliki.

Selain itu, jenis komoditas ekspor unggulan Indonesia lain seperti minyak kelapa sawit dan kakao juga perlu mendapat perhatian lebih, sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan dan sumber devisa negara. Juga komoditas yang mampu memberikan pendapatan berkelanjutan bagi para petani.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FT Kimia UGMminyak atsiriProf Sang Kompiang Wirawanrempah-rempahsumber daya alam hayati

Editor

Next Post
Rakornas PSLB3 2024 di jakarta, 16 Juli 2024. Foto PPID KLHK.

Jadikan Pengelolaan Sampah Gaya Hidup Menuju Zero Waste Zero Emission 2050

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media