Senin, 23 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sang Kompiang, Indonesia Baru Mampu Memproduksi 12 dari 200 Minyak Atsiri

Indonesia secara konsisten berada dalam 10 besar penghasil sumber daya alam hayati.

Sabtu, 20 Juli 2024
A A
Guru Besar bidang Bioresource Processing Fakultas Teknik Kimia UGM, Prof. Sang Kompiang Wirawan. Foto chemeng.ugm.ac.id.

Guru Besar bidang Bioresource Processing Fakultas Teknik Kimia UGM, Prof. Sang Kompiang Wirawan. Foto chemeng.ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia disebut Dosen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Sang Kompiang Wirawan secara konsisten berada dalam 10 besar penghasil sumber daya alam hayati. Beberapa komoditas yang dihasilkan antara lain biji-bijian, teh, kopi, cokelat, minyak sawit, lada, karet, kayu lapis, ikan, dan rempah-rempah. Hasil dari rempah-rempah tersebut diproduksi menjadi minyak atsiri.

“Sayangnya, Indonesia baru mampu memproduksi 12 jenis dari 200 minyak atsiri yang diperdagangkan di dunia,” kata Kompiang dalam pidato Pengukuhan Guru Besar bidang Bioresource Processing yang berjudul “Pengembangan Teknologi Pengolahan Sumber Daya Alam Hayati Berbasis Bioresource Product Engineering dan Teaching Industry” di di ruang balai Senat UGM pada 9 Juli 2024.

Indonesia juga berpotensi untuk mengembangkan tanaman-tanaman yang berkhasiat sebagai obat, seperti jahe, lengkuas, kunyit, dan kencur. Hanya saja, konsumsi terbesar dari tanaman itu masih dalam skala industri kecil.

Baca Juga: Jalan Tani Digunakan Sepihak, Warga Ambunu Kembali Blokade Akses ke PT IHIP

Kekayaan alam Indonesia yang berlimpah sudah seharusnya dapat dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat. Melalui pengembangan teknik produk sebagai dasar pendidikan teknik kimia masa depan yang serius akan tersedia sumber daya manusia yang mumpuni dalam mengolah kekayaan alam tersebut.

“Sumber daya alam ini harus dapat dikelola sedemikian rupa sehingga kelestarian dan keseimbangan alamiahnya selalu dapat terjaga dan tidak terganggu,” jelas Kompiang yang merupakan salah satu dari 76 Guru Besar aktif dari 102 Guru Besar di UGM.

Secara garis besar, ia dapat memperkirakan bahwa sumber daya alam hayati terutama tumbuhan, minyak atsiri, dan tanaman obat unggulan harus dideklarasikan sebagai bentuk keunggulan komparatif sumber daya alam bangsa Indonesia.

Baca Juga: Karhutla di Toba, Anggota Komisi IV DPR Kritisi Ketidaksiapan Sarana Pemerintah

Sebab selain merupakan keunggulan, juga merupakan tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam mengelola sumber daya alam yang dimiliki.

Selain itu, jenis komoditas ekspor unggulan Indonesia lain seperti minyak kelapa sawit dan kakao juga perlu mendapat perhatian lebih, sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan dan sumber devisa negara. Juga komoditas yang mampu memberikan pendapatan berkelanjutan bagi para petani.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FT Kimia UGMminyak atsiriProf Sang Kompiang Wirawanrempah-rempahsumber daya alam hayati

Editor

Next Post
Rakornas PSLB3 2024 di jakarta, 16 Juli 2024. Foto PPID KLHK.

Jadikan Pengelolaan Sampah Gaya Hidup Menuju Zero Waste Zero Emission 2050

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media